SIDRAP — Malam puncak Pesta Panen Buae berlangsung meriah di Lapangan Desa Buae. Warga yang hadir bukan hanya dari desa setempat, tetapi juga dari berbagai wilayah Sidrap. Bahkan, ada pengunjung yang datang dari Kalimantan.
Lorong-lorong desa ikut penuh oleh warga yang datang silih berganti. Acara puncak diisi dua tradisi khas Buae, yakni Mappadendang dan Mattojang.
Mappadendang merupakan tradisi menumbuk padi secara bersama-sama sebagai ungkapan syukur atas hasil panen. Sementara Mattojang adalah atraksi ayunan yang biasa ditampilkan dalam perayaan adat Bugis.
Kepala Desa Buae H. Laupe Umar menyebut pesta panen digelar setiap pertengahan September. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun.
"Pesta panen ini di Buae, dilaksanakan setiap tahun pertengahan sembilan. Sehingga ada yang datang ramai-ramai," ujar Laupe.
Pesta Panen Buae tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah desa menambahkan pasar kuliner yang diikuti ratusan pelaku UMKM dari Desa Buae dan berbagai wilayah Sidrap.
Laupe mengungkapkan dampak ekonomi dari perayaan ini sangat dirasakan warga. Banyak penjual dari luar desa ikut berdatangan untuk berjualan selama acara berlangsung.
"Dampak dari segi ekonomi di masyarakat Buae itu UMKM dapat ikut semua. Karena banyak orang datang sehingga banyak penjual UMKM di Desa Buae maupun umumnya di Sidrap berdatangan untuk berjualan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Dalam tradisi ini juga dilaksanakan pemotongan kerbau. Daging kerbau merupakan partisipasi dari seluruh masyarakat Desa Buae.
Laupe menegaskan tradisi ini murni digerakkan oleh warga. Tidak ada campur tangan pihak luar dalam pelaksanaannya.
"Semuanya ini adalah partisipasi masyarakat untuk melaksanakan adat istiadat karena sudah tradisi dari dulu sampai sekarang. Ini boleh dikata acara syukuran pesta panen yang paling ramai dan yang paling tua, pelaksanaannya dari dulu turun-temurun," pungkasnya.
Camat Watang Pulu Mansyur mengatakan pesta panen bukan hanya digelar di Desa Buae. Hampir seluruh desa di Kabupaten Sidrap memiliki tradisi serupa setiap selesai panen.
"Ini adalah tradisi yang dijaga masyarakat kita setiap selesai panen. Alhamdulillah, pesta panen di Buae ini meriah. Ada ribuan warga berkumpul dan juga banyak sekali pelaku UMKM," katanya.
Pesta Panen Buae menjadi salah satu agenda budaya tahunan di Sidrap yang selalu menyedot perhatian warga lintas kecamatan. Selain melestarikan adat, perayaan ini memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menjangkau pembeli lebih luas.