SULAWESI SELATAN — Laporan Mancunian Matters tahun ini mencatat 1.616 pemegang season ticket asal Irlandia di Old Trafford, menjadikan Negeri Hijau sebagai negara luar Inggris dengan jumlah pemegang tiket musiman terbanyak. Norwegia, yang berada di posisi kedua, hanya mencatat 837 pemegang tiket. Artinya, sedikitnya 2 persen dari lebih dari 74.000 penonton di setiap pertandingan kandang United adalah warga Irlandia.
Angka itu bukan kebetulan. Ikatan keduanya sudah terbentuk sejak klub masih bernama Newton Heath, jauh sebelum Old Trafford berdiri.
Migrasi warga Irlandia ke Manchester memuncak pada era Revolusi Industri dan masa Kelaparan Besar. Mereka ikut membangun kota, dan sejumlah pekerja kereta api termasuk di antara pendiri Newton Heath pada 1878.
Ketika klub hampir tutup 24 tahun kemudian, sekelompok investor menyelamatkannya dan mengganti nama menjadi Manchester United. Nama Manchester Celtic sempat diajukan dalam proses itu, meski akhirnya ditolak.
Pemain Manchester United pertama dari Irlandia adalah Mickey Hamill, yang datang dari Belfast Celtic. Setelahnya menyusul Patrick O'Connell, sosok yang oleh sebagian pengamat dianggap layak lebih dikenal dalam sejarah sepak bola.
Empat dari 15 pemain dengan penampilan terbanyak untuk United berasal dari Irlandia. Salah satunya Roy Keane, kapten tersukses klub, yang juga menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah United. George Best, yang oleh banyak pihak dianggap pemain terhebat yang pernah mengenakan kostum United, juga lahir di Belfast.
Kapten pertama Sir Matt Busby adalah Johnny Carey dari Dublin. Carey bermain untuk United sebelum dan selama Perang Dunia II, ketika ia bertugas di Angkatan Darat Inggris. Ia mengangkat trofi Piala FA 1948 di Wembley sebelum pensiun dan digantikan generasi Busby Babes.
Musim 1957-58 selalu jadi musim paling kelam dalam sejarah United. Kampanye Eropa mereka dimulai di Dublin, ketika Shamrock Rovers kalah 6-0 di Dalymount Park. Liam "Billy" Whelan, salah satu bintang skuad era itu, mencetak dua gol di kota kelahirannya.
Whelan tewas dalam tragedi Munich bersama tujuh rekan setimnya dan 15 penumpang lain. Dublin berhenti beraktivitas saat pemakamannya digelar. Momen itulah yang membuat United disebut sebagai "timnya Irlandia".
Harry Gregg dari Derry selamat dari kecelakaan itu dan menarik sejumlah orang dari reruntuhan. Dari puing-puing Munich, Busby membangun tim hebat ketiganya, yang kembali diperkuat pemain dari utara dan selatan perbatasan.
Tony Dunne dari Dublin mencatat 535 pertandingan untuk United, rekor penampilan terbanyak untuk pemain Irlandia. Ia ditemukan oleh Billy Behan, mantan kiper yang menjadi pemandu bakat, bersama Bob Bishop yang menemukan George Best di Belfast.
Best menjadi satu-satunya pemain Irlandia yang memenangkan Ballon d'Or, tepat setelah United meraih Piala Eropa pertama pada 1968. Starting XI di final itu juga memuat Dunne dan Shay Brennan.
Pada final Piala FA 1985 melawan Everton, Kevin Moran dari Dublin menjadi pemain pertama yang dikartu merah di final, sekaligus satu-satunya pemain yang meraih Piala FA dan kejuaraan Gaelic All-Ireland. Norman Whiteside dari Belfast mencetak gol kemenangan dramatis di perpanjangan waktu.
Kedatangan Sir Alex Ferguson pada 1986 mengubah sejarah sepak bola, dengan dua pemain terbaiknya, Denis Irwin dan Roy Keane, sama-sama berasal dari Cork. Irwin masuk 10 besar pemain dengan penampilan terbanyak, sementara Keane menjadi motor di lapangan sepanjang kejayaan 1990-an dan awal 2000-an.
Penampilan Keane di leg kedua semifinal 1999 melawan Juventus disebut sebanding dengan aksi Best melawan Benfica pada 1966 sebagai yang terbaik dalam sejarah Eropa United.
Era 1990-an membawa transformasi besar lewat Premier League dan putusan Bosman. United mulai mencari bakat ke tempat lain, bukan lagi ke Irlandia, termasuk untuk laga pramusim.
John O'Shea dan Jonny Evans menjadi pemain Irlandia terakhir yang berkontribusi signifikan. O'Shea meneruskan tradisi kehadiran pemain Irlandia di ketiga skuad juara Piala Eropa United. Evans kembali ke klub pada 2023, mengakhiri penantian tujuh tahun tanpa pemain Irlandia di skuad.
United menjadi pilihan pertama untuk laga sepak bola klub di Croke Park, begitu pula saat Aviva Stadium yang baru dibangun dibuka pada 2010.
Jika ramalan bahwa United butuh pemain Irlandia untuk benar-benar sukses itu benar, Troy Parrott disebut sebagai kandidat terkuat saat ini. Nama lain yang dipantau adalah JJ Gabriel, yang ayahnya, Joe O'Cearuill, mencatat dua penampilan untuk timnas Irlandia pada tur kontroversial ke Amerika Serikat 2007.
Selama United dan Irlandia sama-sama berusaha bangkit dari masa sulit, koneksi di luar lapangan itu berharap bisa kembali tercermin di dalam lapangan. Sampai saat itu tiba, United akan tetap menjadi klub Inggris dengan pengikut terbanyak di Irlandia.