SULAWESI SELATAN — Perampingan ini bukan sekadar merapikan bagan organisasi. Tujuannya mengikis birokrasi internal yang berbelit dan memperkokoh fondasi transformasi ID Food menuju entitas TradingCo yang solid dan terintegrasi.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan perampingan ini harus dijalankan secara serius dan fundamental. Menurutnya, transformasi ID Food tidak boleh berhenti pada restrukturisasi di atas kertas.
"Perampingan ini harus kami dorong dan lakukan secara serius dan fundamental. Transformasi ID Food tidak boleh sekadar restrukturisasi perusahaan di atas kertas, tetapi juga harus mencakup pembenahan sistem, penguatan tata kelola hingga perbaikan kultur dan mentalitas organisasi," kata Dony dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Selain membenahi struktur korporasi, BP BUMN dan Danantara menyasar evaluasi model bisnis secara radikal. Tujuannya agar perseroan mampu menjawab dinamika kebutuhan pasar yang bergerak cepat.
Komitmen pemangkasan dari 26 anak usaha menjadi tiga entitas sebenarnya sudah disampaikan manajemen ID Food dalam pertemuan bersama pemangku kepentingan. Restrukturisasi menyeluruh ini diproyeksikan mendongkrak kapabilitas operasional dan efisiensi rantai pasok secara terukur.
Langkah efisiensi ini disiapkan sebagai pijakan utama perseroan untuk memainkan peran lebih dominan di ekosistem pangan, baik komersial maupun strategis.
"Dengan transformasi tersebut, ID Food kami arahkan untuk memiliki kapabilitas dan skala yang semakin kuat untuk menjadi salah satu perusahaan perdagangan dan distribusi pangan terbesar di Indonesia," tutur Dony.
Struktur anak usaha yang gemuk kerap membuat pengambilan keputusan lambat dan biaya operasional membengkak. Bagi holding pangan, rantai pasok yang panjang dari produsen hingga pasar adalah titik paling rawan inefisiensi.
Dengan menyisakan tiga entitas, ID Food diharapkan bergerak lebih lincah menghadapi fluktuasi harga komoditas dan tekanan pasokan. Peran ID Food sebagai penopang pangan nasional pun ikut dipertaruhkan di sini.
Langkah serupa juga berjalan di BUMN lain. Pertamina lebih dulu memangkas 139 anak usaha dan menggabungkan bisnis hulu menjadi satu entitas. Pola yang sama menunjukkan arah kebijakan holding BUMN saat ini: ramping struktur, kuat skala.
Bagi ID Food, tenggat akhir 2026 menjadi ujian. Jika tuntas, perseroan berpeluang mengambil posisi lebih besar di perdagangan dan distribusi pangan nasional. Jika tersendat, birokrasi yang ingin dipangkas justru berisiko kembali menggemuk.