MAKASSAR — Spanduk berukuran mungil berwarna putih dengan tulisan merah itu dipasang tepat di bawah gerbang bertuliskan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR. Posisinya di gerbang tengah kampus, terlihat jelas dari jalan.
Di sisi pinggir pintu masuk, sebuah spanduk berukuran besar memajang foto Menteri Amran. Banner itu memuat keterangan "SELAMAT DATANG Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, Menteri Pertanian Republik Indonesia di Universitas Muhammadiyah Makassar, Balai Sidang, 12 September 2026."
Pemasangan spanduk penolakan dan banner sambutan terjadi di lokasi yang sama. Yang satu menolak kehadiran, yang satu menyambut.
Spanduk penolakan menyasar isu lingkungan, menyebut mentan sebagai "perusak lingkungan." Tidak ada penjelasan resmi siapa pemasang spanduk tersebut.
Sementara banner sambutan terpasang permanen di sisi gerbang, mencantumkan jadwal dan tempat acara secara lengkap.
Di luar persoalan spanduk, aktivitas kampus berjalan seperti biasa. Mahasiswa baru memakai kemeja putih dengan bawahan hitam. Perempuan mengenakan jilbab putih, pria memakai kopiah hitam.
Mereka membawa tas ransel dengan model seragam. Petugas kampus ber-id card berjaga mengatur lalu lintas di sekitar gerbang.
"Tolong di pinggir-pinggir pak ya, biar tidak macet," kata salah satu petugas.
Petugas lain mengawal mahasiswa baru yang menyeberang dari depan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. "Langsung masuk kampus dek, sudah mau mulai kegiatan," ujarnya mengarahkan.
Acara bersama Menteri Pertanian di Balai Sidang Unismuh Makassar tetap tercantum dalam banner. Jadwalnya 12 September 2026, bertepatan dengan hari pemasangan spanduk penolakan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kampus maupun panitia acara soal spanduk penolakan tersebut. Begitu pula dari Kementerian Pertanian.