ENREKANG — Puluhan kursi di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang tampak tidak terisi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung, Selasa (1/9/2026). Kondisi itu kontras dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dipadati Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Enrekang.
Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga yang telah tiba lebih awal bersama Wakil Bupati, Pj Sekda, dan jajaran Forkopimda langsung menyoroti situasi tersebut. Sebagian ASN baru tampak berdatangan secara bertahap setelah acara dimulai.
Dalam sambutannya, Yusuf tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaitkan rendahnya kehadiran ASN dengan lemahnya komunikasi antara kepala dinas dan anggotanya masing-masing.
"Saya khawatir ini, para Kadisku sudah tidak didengar lagi sama anggotanya. Terbukti hari ini masih banyak kursi yang kosong, padahal peringatan Maulid ini hanya dilakukan satu kali dalam setahun," ujar Yusuf di hadapan pejabat dan ASN yang hadir.
Yusuf menegaskan bahwa kondisi ini semestinya menjadi bahan evaluasi bagi setiap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia pun berharap rendahnya partisipasi pada kegiatan tersebut tidak mencerminkan pola kerja harian di masing-masing dinas.
"Saya khawatir ini Kadisku sudah tidak dianggap sebagai Kadis lagi sama anggotanya. Semoga saja kinerjanya tidak seperti ini juga, tidak mau mendengar sama Kadisnya," tegasnya.
Di tengah kekecewaannya, Yusuf mengingatkan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia meminta seluruh jajaran menjadikan momentum ini untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Melalui momentum ini, mari kita jadikan sifat-sifat utama Rasulullah SAW sebagai landasan untuk membangun Kabupaten Enrekang," katanya.
Yusuf menguraikan empat sifat utama Rasulullah yang dinilai relevan dengan birokrasi. Sifat siddiq atau jujur disebutnya menjadi pijakan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Adapun sifat amanah harus mendorong ASN menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, sifat tabligh menjadi landasan membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Sifat fathanah atau cerdas disebutnya mampu mendorong lahirnya gagasan dan inovasi demi kemajuan daerah.
Yusuf juga menegaskan komitmen Pemkab Enrekang memperkuat nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin dalam setiap kebijakan pembangunan. Ia menilai nilai keagamaan harus menjadi salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
"Melalui momentum Maulid ini, mari kita jaga kerukunan serta persatuan untuk mewujudkan Enrekang yang lebih sejahtera," tutupnya.
Peringatan Maulid turut dihadiri Kajari Enrekang Andi Fajar Anugerah Setiawan, Pj Sekda Enrekang, Ketua MUI Enrekang Dr. KH. Amir Mustafa, Lc., M.Pdi., serta Kakan Kemenag Enrekang Dr. H. Jamaruddin, S.Ag., M.Ag. Ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Rukman A. Rahman, S.Ag., M.Ag.