SULAWESI SELATAN — Program pemutihan pajak kendaraan yang digelar dalam rangka HUT ke-499 Kota Jakarta dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini mulai berlaku sejak 1 Juni 2026. Kepala Bapenda DKI Jakarta telah menerbitkan Keputusan Nomor e-0018 Tahun 2026 sebagai dasar hukum pelaksanaannya. Bagi pemilik kendaraan yang menunggak, ini kesempatan terakhir untuk membayar pokok pajak tanpa dikenai denda keterlambatan.
Mekanisme pemutihan ini terbilang mudah karena wajib pajak tidak perlu mengajukan permohonan khusus. Sistem Samsat akan menghapus sanksi administratif secara otomatis saat pembayaran dilakukan. Namun perlu digarisbawahi, fasilitas ini hanya membebaskan bunga, bukan menghapus pokok tunggakan yang harus dilunasi sesuai ketentuan.
Bagi yang ingin memanfaatkan momen ini, pembayaran bisa dilakukan di seluruh kantor Samsat reguler di wilayah DKI Jakarta. Prosesnya sama seperti pembayaran tahunan, hanya saja nominal yang dibayar tidak lagi ditambah komponen denda.
Bapenda DKI Jakarta bersama Tim Pembina Samsat membuka layanan tambahan di Hall C1 JIEXPO Kemayoran. Gerai Samsat khusus PRJ 2026 ini melayani pembayaran tunggakan sekaligus pengurusan dokumen kendaraan bagi pengunjung pameran. Warga yang datang diminta membawa dokumen kendaraan lengkap agar proses verifikasi berjalan lancar.
Keberadaan gerai ini memberi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus pajak sambil menikmati agenda pameran. Antrean di lokasi ini biasanya lebih pendek dibanding kantor Samsat pada hari kerja, terutama di pekan-pekan terakhir masa pemutihan.
Tunggakan pajak yang dibiarkan menumpuk akan membebani pemilik kendaraan saat akan menjual atau memperpanjang STNK. Dengan memanfaatkan pemutihan ini, kewajiban membayar bunga yang bisa mencapai 2 persen per bulan dari pokok pajak bisa ditekan habis. Efeknya langsung terasa di kantong, terutama bagi kendaraan yang sudah menunggak lebih dari satu tahun.
Bapenda mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pembayaran sampai hari terakhir. Potensi kepadatan di loket Samsat biasanya meningkat signifikan menjelang tenggat, dan risiko gagal transaksi karena antrean atau gangguan sistem selalu ada. Lebih cepat diselesaikan, lebih aman bagi pemilik kendaraan.