Maros Jadi Contoh Nasional Pembudayaan Literasi, GPMB Pusat Apresiasi Kolaborasi TNI hingga Jurnalis

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:51:31 WIB
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat GPMB, Nuradi Indrawijaya, menyampaikan apresiasi terhadap pembudayaan literasi di Kabupaten Maros dalam diskusi virtual, Rabu (26/8/2026).

MAROS — Pengakuan atas konsistensi pembangunan budaya baca di Kabupaten Maros datang langsung dari tingkat nasional. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat GPMB, Nuradi Indrawijaya, menyebut Maros layak menjadi contoh bagi daerah lain. Alasannya, kabupaten ini berhasil menggerakkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah.

“Sangat luar biasa dan sebuah terobosan bersumber dari semua pihak yang ada di Maros. Kabupaten Maros menjadi contoh di seluruh Indonesia, terutama dalam pembudayaan budaya baca,” kata Nuradi dalam diskusi virtual menyambut 25 tahun GPMB, Rabu (26/8/2026).

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Bupati Maros Chaidir Syam. Ia mendorong gerakan literasi menjadi agenda bersama, bukan sekadar program seremonial. Di Maros, gerakan ini melibatkan pegiat literasi, pustakawan, pendidik, ulama, TNI, hingga organisasi kepemudaan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Literasi tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab tunggal dinas pendidikan atau perpustakaan. Ia tumbuh sebagai gerakan kolektif yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Apresiasi dari Pegiat Literasi Daerah Lain

Pengakuan serupa datang dari Arni Daeng Kanang dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kendari. Ia mengaku melihat langsung bentuk dukungan nyata Bupati Chaidir Syam terhadap pengembangan budaya literasi di Maros. Menurutnya, komitmen kepala daerah menjadi modal utama agar program literasi tidak berhenti di tengah jalan.

Sementara itu, Ketua GPMB Maros Bachtiar Adnan Kusuma menegaskan bahwa literasi harus diwujudkan melalui aksi nyata, inovasi, dan kolaborasi. Dukungan Pemkab Maros disebutnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. Hal ini terutama dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini di tengah gempuran gawai.

Literasi Diarahkan sebagai Gerakan Bersama

Ke depan, gerakan literasi di Maros diarahkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Program ini tidak hanya berjalan sebagai proyek pemerintah atau institusi pendidikan semata. Ia tumbuh dari kesadaran kolektif warga akan pentingnya budaya baca.

Pengakuan dari GPMB Pusat ini sekaligus menjadi modal bagi Maros untuk terus berinovasi. Keberhasilan membangun kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mendorong peningkatan indeks literasi masyarakat. Pada akhirnya, hal ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar tersebut.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: pedomanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top