MAKASSAR — Arus pergerakan penumpang di Pelabuhan Makassar menjadi perhatian serius otoritas ekonomi dan pengelola pelabuhan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, bersama rombongan meninjau langsung proses pelayanan penumpang di Terminal Anging Mamiri, Senin (24/8/2026). Peninjauan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya memastikan standar pelayanan publik di simpul transportasi laut berjalan optimal.
Fokus pengawasan diarahkan pada proses keberangkatan dan kedatangan penumpang. Aspek keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama, baik saat penumpang memulai perjalanan maupun tiba di ibu kota Sulawesi Selatan. Kesiapan fasilitas terminal juga menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, menyambut baik langkah BI Sulsel yang secara langsung memantau aktivitas di lapangan. Menurutnya, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul konektivitas antarwilayah yang menopang aktivitas perekonomian. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk bank sentral, dinilai krusial untuk membangun ekosistem kepelabuhanan yang lebih baik.
“Kunjungan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi antara Pelindo dan Bank Indonesia. Kami terus berkomitmen memastikan pelayanan di Pelabuhan Makassar berjalan dengan baik, termasuk pelayanan penumpang di Terminal Anging Mamiri, sehingga dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Iwan Sjarifuddin dalam keterangan yang diterima redaksi.
Kunjungan kerja ini juga menjadi sarana komunikasi untuk menggali potensi pengembangan sektor transportasi dan logistik. Dari sisi Bank Indonesia, kelancaran arus barang dan orang di pelabuhan berkorelasi dengan stabilitas harga dan aktivitas ekonomi daerah. Terminal penumpang yang tertib menjadi cerminan layanan publik yang sehat dan mendukung iklim investasi.
Pelindo Regional 4 Makassar memastikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Penguatan sinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk perbankan dan otoritas moneter, diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi yang lebih optimal. Dengan begitu, Pelabuhan Makassar tidak hanya menjadi pintu gerbang konektivitas, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.