Sebanyak 10 bangunan di Jalan Politeknik, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kota Makassar, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (dini hari) sekitar pukul 04.30 WITA. Peristiwa ini membuat 9 kepala keluarga atau 37 jiwa kehilangan tempat tinggal, dengan enam unit di antaranya mengalami rusak berat. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga dan kini masih diselidiki pihak kepolisian.
MAKASSAR — Warga Tamalanrea Indah, Makassar, dikejutkan dengan kobaran api yang melahap pemukiman padat penduduk pada Sabtu pagi. Kebakaran yang terjadi di Jalan Politeknik itu tidak hanya menghanguskan rumah tinggal, tetapi juga merembet ke rumah kos dan dua ruko yang digunakan sebagai usaha fotokopi serta penjualan hijab.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahar, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil assessment sementara tim di lapangan, total ada 10 bangunan yang terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Dari sepuluh bangunan yang terdampak, enam di antaranya mengalami rusak berat. Kerusakan parah tersebut meliputi rumah tinggal warga, sebuah rumah kos, serta dua ruko yang selama ini beroperasi sebagai tempat usaha fotokopi dan toko hijab.
Sementara itu, dua bangunan lainnya tercatat mengalami rusak sedang dan dua sisanya rusak ringan. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun dampak sosialnya cukup besar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Data BPBD Kota Makassar mencatat sebanyak 37 jiwa terdampak langsung dari kebakaran ini. Mereka tersebar dalam 9 kepala keluarga (KK) yang rumahnya menjadi sasaran amukan api.
Rinciannya, 27 orang dewasa, 8 anak-anak, 1 balita, dan 1 bayi. Puluhan warga ini kini membutuhkan tempat tinggal sementara serta perlengkapan dasar untuk bertahan pasca kebakaran.
Fadli Tahar menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang dihimpun, api pertama kali muncul dari salah satu rumah warga. Titik api diduga berasal dari sambungan arus pendek atau korsleting listrik di belakang lemari es.
"Jadi info awal itu sambungan arus pendek (korsleting) di salah satu rumah warga, tepatnya sambungan listrik di belakang lemari es dan kemudian membesar," ujarnya kepada awak media di Makassar, Sabtu.
Meski demikian, BPBD masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih terus dilakukan.
Proses pemadaman berlangsung cukup alot. Sebanyak 7 armada pemadam kebakaran (Damkarmat) dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah yang dengan cepat membesar melahap bangunan semi permanen dan permanen di kawasan tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar juga langsung bergerak berkoordinasi dengan TNI/Polri, PLN, serta unsur RT/RW setempat. Mereka fokus pada upaya evakuasi warga, pengamanan lokasi, dan pendataan dampak kebakaran.
BPBD Kota Makassar memastikan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama. Saat ini, tim masih melakukan assessment lanjutan di lapangan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Adapun kebutuhan mendesak yang segera didistribusikan meliputi terpal, family kit, first aid kit, baby kit, pakaian, selimut, dan sarung. Warga yang kehilangan tempat tinggal juga diarahkan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman sementara waktu.
Menyikapi kejadian ini, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Faktor kelistrikan menjadi pemicu utama yang paling sering terjadi.
Warga diminta untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas, stop kontak yang longgar, atau peralatan elektronik yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan.