SULAWESI SELATAN — Motomobi News merilis daftar harga terbaru Vespa untuk bulan Agustus 2026. Update ini mencakup 14 varian yang tersedia di pasar Indonesia, mulai dari skutik entry-level hingga edisi kolektor. Semua harga yang tercantum merupakan status OTR (On The Road) Jakarta, sehingga di luar ibu kota banderolnya berpotensi berbeda.
Yang menarik dari lineup tahun ini adalah rentang harganya yang sangat lebar—hampir enam kali lipat antara varian termurah dan termahal. Ini menunjukkan Vespa tidak sekadar menjual alat transportasi, melainkan juga status dan gaya hidup.
Untuk kamu yang baru pertama kali mau merasakan DNA Vespa, LX 150 i-get adalah opsi paling realistis. Harganya Rp 46,5 juta, tapi jangan bayangkan motor ini "murah"—di kelas skutik 150cc, angka itu sudah masuk kategori premium.
Mesinnya berkapasitas 154,8 cc dengan injeksi elektronik, menghasilkan tenaga 12,3 hp di 7.750 rpm dan torsi 12,4 Nm di 6.750 rpm. Teknologi i-get yang diusungnya secara signifikan meredam getaran dan suara bising dibanding generasi lama, jadi pengalaman berkendara harian terasa lebih halus.
Fitur standarnya sudah lumayan: USB charging port di laci depan dan immobilizer anti-maling yang mencegah motor dinyalakan tanpa kunci asli. Untuk ukuran skutik premium entry-level, dua fitur ini cukup relevan di kondisi parkir perkotaan Indonesia.
Di rentang Rp 55-66 juta, Vespa menawarkan dua lini utama: Primavera yang lebih elegan dan Sprint yang lebih sporty. Primavera dibanderol mulai Rp 55 juta, sementara varian S-nya naik ke Rp 57,5 juta. Ada juga edisi 80th Anniversary seharga Rp 63,3 juta yang biasanya punya skema warna eksklusif.
Sprint hadir dengan mesin 180cc i-get ABS mulai Rp 58,5 juta. Varian Sprint S naik ke Rp 61 juta, Sprint Officina8 di Rp 63,5 juta, dan Sprint Tech paling mahal di kelas ini dengan Rp 66 juta. Edisi Sprint 80th Anniversary menyentuh Rp 66,8 juta.
Perbedaan utama antara Primavera dan Sprint bukan cuma mesin—Primavera pakai 150cc, Sprint 180cc—tapi juga karakter. Sprint punya pelek 12 inci yang lebih lebar dan posisi berkendara sedikit lebih agresif. Kalau kamu sering boncengan atau butuh tenaga ekstra di tanjakan, Sprint 180 jelas lebih melegakan. Tapi kalau prioritasmu gaya klasik yang anggun, Primavera lebih pas.
Naik ke kelas atas, Vespa GTS 250 dibanderol Rp 97 juta. Ini adalah pilihan rasional buat yang mau Vespa dengan performa sungguhan—mesin 250cc cukup bertenaga untuk jalan tol dan riding jarak jauh, jauh lebih nyaman ketimbang varian 150cc yang terasa kepentok di kecepatan tinggi.
Varian GTS 80th Anniversary dihargai Rp 102,8 juta. Selisih sekitar Rp 5,8 juta dari versi standar biasanya untuk kelengkapan estetik dan kelangkaan—bukan performa. Kalau kamu nggak peduli dengan edisi spesial, GTS 250 standar sudah cukup.
Di puncak lineup ada tiga varian yang jelas bukan untuk konsumen harian. Vespa GTV dibanderol Rp 177 juta, GTV Officina8 di Rp 179,5 juta, dan Vespa Elletrica—varian listrik—di angka Rp 198 juta. Yang paling ekstrem: Vespa 946 Horse seharga Rp 288 juta.
Vespa 946 Horse jelas bukan motor, melainkan barang koleksi. Dengan harga segitu, kamu bisa beli dua unit Honda PCX160 atau satu motor sport full fairing. Tapi buat kolektor yang paham nilai edisi terbatas, ini justru investasi.
Ada beberapa catatan jujur yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mengeluarkan uang puluhan juta:
Vespa tetap relevan di 2026 bukan karena teknologinya, melainkan karena identitasnya. Di tengah skutik China yang menawarkan fitur lebih lengkap dengan harga setengahnya, Vespa menjual sesuatu yang tidak bisa dihitung dari spec sheet: gengsi, heritage, dan komunitas.
Rekomendasi kami: kalau budget-mu pas-pasan dan kebutuhanmu murni transportasi, Vespa bukan pilihan rasional. Tapi kalau kamu paham bahwa yang kamu bayar termasuk nilai emosional dan desain yang tidak berubah selama puluhan tahun—dan itu worth it buatmu—maka Vespa tetap layak masuk pertimbangan. Varian paling masuk akal secara value adalah Sprint 180 standar di Rp 58,5 juta atau GTS 250 di Rp 97 juta untuk pemakaian harian serius.