Pelindo Jaga Operasional Pelabuhan Maumere Tetap Normal Usai Gempa NTT, Ratusan Penumpang KM Tidar Tetap Terlayani

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:28:31 WIB
Ratusan penumpang KM Tidar turun dan naik di Pelabuhan Maumere, NTT, pada 19 Agustus 2026, pascagempa.

SULAWESI SELATAN — Operasional yang tetap jalan ini bukan tanpa tantangan. Pelindo harus menyeimbangkan antara menjaga arus barang dan orang dengan memastikan seluruh fasilitas yang mungkin terdampak gempa tetap aman digunakan.

General Manager Pelindo Cabang Maumere, Angga Adi Prebawa, menegaskan bahwa aktivitas kepelabuhanan terus berjalan dengan penyesuaian kondisi di lapangan. "Operasional Pelabuhan Maumere tetap berjalan. Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi fasilitas dan memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap memperhatikan aspek keselamatan bagi pengguna jasa maupun seluruh petugas di lapangan," ujarnya.

Ratusan Penumpang dan Logistik Masih Mengalir

Bukti nyata keberlangsungan operasional terlihat pada 19 Agustus 2026. Kapal KM Tidar bersandar pukul 23.51 WITA dengan membawa 444 penumpang yang turun dan 402 penumpang yang naik. Aktivitas bongkar muat juga berjalan untuk kapal general cargo KM NTT Sejahtera dan KM Kencana yang mengangkut komoditas semen.

Pelabuhan yang menjadi pintu gerbang utama Pulau Flores ini juga melayani KM Maloli sebagai kapal perintis. Selain itu, kapal kepolisian Kasturi yang membawa bantuan untuk masyarakat Kabupaten Sikka turut dilayani. Layanan peti kemas pun tetap beroperasi untuk memastikan rantai pasok di wilayah Flores tidak putus.

Koordinasi Intensif untuk Pemulihan

Di tengah proses pemulihan fasilitas yang terdampak, Pelindo tidak bekerja sendiri. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar setiap kegiatan operasional dapat berlangsung secara aman dan terukur. Langkah ini penting mengingat Pelabuhan Maumere memiliki peran strategis bagi konektivitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan Flores.

Pelindo Sub Regional Bali Nusra berkomitmen mendukung percepatan pemulihan pascagempa dengan menjaga keberlangsungan layanan. Seluruh aktivitas tetap mengacu pada kondisi teknis di lapangan dengan prioritas utama pada keselamatan pengguna jasa, pekerja, dan semua pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Kunjungan Wapres Gibran menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memastikan infrastruktur vital tetap berfungsi di tengah situasi darurat.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: baliekbis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top