SULAWESI SELATAN — Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan sebagian besar pendaki yang mengalami kendala fisik telah dievakuasi ke Posko Bulubalea. Beberapa di antaranya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Mayoritas pendaki mengalami hipotermia, serangan asma, kelelahan berat hingga cedera kaki. Kondisi tersebut dipicu padatnya jalur pendakian serta suhu udara yang dingin di kawasan Gunung Bawakaraeng," ujar Arif, Selasa (18/8/2026) pagi.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, sebanyak 295 personel gabungan dikerahkan dan ditempatkan di delapan titik strategis. Personel disiagakan termasuk di kawasan Lembah Ramma dan Puncak Bawakaraeng untuk mengawal proses kepulangan pendaki hingga seluruhnya meninggalkan kawasan gunung.
"Pendaki diminta memperlambat perjalanan apabila terdapat anggota kelompok yang mengalami kelelahan serta segera meminta bantuan kepada petugas di pos siaga terdekat jika menghadapi kondisi darurat," pesan Arif.
Siaga SAR Khusus Merah Putih sendiri berlangsung hingga Selasa, 18 Agustus 2026, untuk memastikan seluruh proses pengamanan dan evakuasi pendaki di Gunung Bawakaraeng berjalan aman.