SULAWESI SELATAN — Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak hanya mengerahkan armadanya untuk menjaga sumber daya laut. Kali ini, kapal pengawas perikanan diubah fungsinya menjadi sarana logistik kemanusiaan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melepas secara resmi keberangkatan kapal tersebut beserta muatan 50 ton bantuan untuk korban gempa di NTT.
"KKP berkomitmen terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak," kata Trenggono dalam keterangan yang diterima redaksi, kemarin.
Bantuan yang diangkut melalui jalur laut ini merupakan respons cepat pemerintah pusat untuk daerah yang akses daratnya terputus akibat gempa. Penggunaan kapal pengawas dinilai tepat karena mampu menjangkau wilayah kepulauan yang sulit dilalui kendaraan darat.
Muatan 50 ton tersebut mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat bagi penyintas. KKP menyiapkan armada khusus dari jajaran pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, yang biasanya bertugas memantau aktivitas kapal asing dan pencurian ikan di perairan Indonesia.
Langkah ini menunjukkan peran kementerian yang melampaui fungsi teknis perikanan. Trenggono memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki institusinya, termasuk armada pengawas, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan saat terjadi bencana alam.
Pengiriman bantuan ini juga menjadi sinyal soliditas antarlembaga dalam penanganan bencana. Dengan kapasitas angkut yang besar, kapal pengawas perikanan menjadi salah satu aset negara yang diandalkan ketika infrastruktur transportasi di wilayah terdampak lumpuh.
Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal tiba kapal di lokasi serta mekanisme pembagian bantuan kepada warga. KKP disebut akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan distribusi tepat sasaran.