Menteri PU Dody Hanggodo Pantau Langsung Penanganan Darurat Gempa NTT di Labuan Bajo

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 00:02:31 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menghadiri rapat koordinasi darurat pascagempa Magnitudo 7,7 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

LABUAN BAJO — Menteri PU Dody Hanggodo memantau langsung penanganan darurat pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT, lewat rapat koordinasi yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, dengan kehadiran sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah setempat. Pembahasan berfokus pada perkembangan kondisi lapangan dan percepatan penanganan kebutuhan warga terdampak.

Menteri Dody memaparkan progres Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT, mencakup pemeriksaan ruas jalan dan jembatan terdampak serta koordinasi penanganan titik-titik yang masih mengalami gangguan agar akses masyarakat cepat pulih.

"Pagi tadi kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani," kata Menteri Dody.

Menteri PU juga telah menginstruksikan jajaran UPT untuk menangani ruas-ruas jalan terdampak secara bertahap, dengan prioritas pada akses yang dibutuhkan untuk mobilitas warga serta distribusi bantuan dan pelayanan kedaruratan.

"Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain," kata Dody Hanggodo.

Penanganan tak berhenti di infrastruktur jalan. Direktorat Jenderal Cipta Karya turut menyiapkan dukungan air bersih bagi warga terdampak, berupa sarana dan peralatan pendukung yang dimobilisasi ke lokasi yang membutuhkan.

Di Kabupaten Nagekeo, tersedia tiga unit Mobil Tangki Air (MTA) — dua unit sudah berada di lokasi, satu unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo yang dialihkan untuk mendukung penanganan gempa. Dukungan itu dilengkapi 16 unit hidran umum (HU): delapan unit tersedia untuk kebutuhan saat ini, delapan unit lainnya juga pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujar Menteri Dody.

Kerja bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri, disebut Menteri Dody sebagai kunci penanganan bencana ini. UPT di NTT dipastikan terus memantau kondisi infrastruktur terdampak dan mempercepat penanganan titik yang mengganggu konektivitas, demi menjaga akses masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores.

Reporter: Nurul Huda
Back to top