GOWA — Keselamatan berkendara tidak bisa hanya dibebankan kepada pengendara di jalan. Asmo Sulsel menilai kebiasaan aman justru harus dipupuk dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, melalui contoh nyata yang diberikan orang tua kepada anak.
Hal ini yang coba ditekankan dalam edukasi safety riding yang digelar khusus bagi orang tua dan wali murid SMKN 3 Gowa. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh 40 peserta dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny, menjelaskan bahwa budaya #Cari_Aman sejatinya dimulai dari persiapan sebelum berkendara. Ia menyoroti sejumlah kebiasaan sederhana yang kerap diabaikan, seperti memastikan kondisi tubuh prima hingga menggunakan helm dengan benar.
"Keselamatan berkendara perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten," ujar Wanny dalam keterangannya, Kamis (14/8/2026).
Menurutnya, anak-anak adalah peniru ulung. Mereka lebih mudah menyerap perilaku orang-orang terdekatnya dibandingkan sekadar mendengar nasihat.
"Ketika orang tua selalu memberikan contoh, seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi aturan lalu lintas, dan memastikan kondisi tubuh siap berkendara, anak juga akan melihat dan belajar bahwa hal tersebut merupakan bagian penting dari aktivitas berkendara," katanya.
Wanny mengingatkan bahwa risiko di jalan dapat muncul kapan saja tanpa bisa diprediksi. Karena itu, setiap pengendara, termasuk pelajar, harus mampu mempersiapkan diri dan mengambil keputusan secara tepat saat berada di situasi genting.
Kemampuan tersebut tidak muncul tiba-tiba. Butuh pembiasaan sejak dini yang hanya bisa dicontohkan secara langsung oleh figur otoritas di rumah, bukan sekadar dari guru di sekolah.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, menegaskan bahwa program edukasi ini akan terus menyasar berbagai lingkungan, mulai dari sekolah hingga komunitas keluarga. Pihaknya menilai orang tua memiliki peran strategis yang tidak bisa digantikan oleh pihak lain.
"Orang tua memiliki peran yang sangat penting karena mereka dapat menjadi contoh langsung bagi anak-anak," kata Antofany.
Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat pemahaman keluarga mengenai pentingnya keselamatan saat menggunakan sepeda motor, khususnya bagi pelajar yang masih rentan terhadap kecelakaan.
"Melalui edukasi seperti ini, kami berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya #Cari_Aman dan menerapkannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari," tutup Antofany.