SULAWESI SELATAN — ROG Harpe II Extreme Edition 20 bukan sekadar mouse gaming biasa. Perangkat ini adalah perayaan ulang tahun ke-20 Republic of Gamers yang dikemas dengan material premium, termasuk lapisan emas 24K di bagian internal yang terlihat jelas melalui shell transparannya. Asus juga menyertakan kotak pajang transparan, sehingga mouse ini bisa dipamerkan di atas meja saat tidak digunakan.
Di atas kertas, spesifikasinya terdengar menggiurkan. Sensor ROG AimPoint Pro 65K mampu melacak gerakan hingga 65.000 DPI dengan kecepatan 800 IPS dan akselerasi 70G. Polling rate-nya juga mencapai 8.000 Hz, angka yang jauh di atas standar mouse gaming kebanyakan yang hanya 1.000 Hz.
Namun, perlu dicatat bahwa bobotnya mencapai 82 gram. Angka ini hampir dua kali lipat dari ROG Harpe II Ace standar yang hanya 48 gram, dan jauh lebih berat dari Razer Viper V4 Pro yang menjadi pilihan utama banyak pro player dengan bobot 49 gram. Untuk game kompetitif seperti Valorant atau Counter-Strike 2, bobot ini cukup terasa.
Meski berat, kualitas build-nya tidak bisa diremehkan. Side buttons dan scroll wheel yang terbuat dari logam memberikan sensasi klik yang memuaskan, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik yang pernah diuji. Glass skates di bagian bawah membuat mouse meluncur sangat mulus di atas mousepad.
Sayangnya, permukaan shell yang mulus ini rawan meninggalkan sidik jari. Untuk mouse seharga jutaan rupiah, membersihkannya secara rutin setiap beberapa hari mungkin perlu dilakukan agar tetap terlihat kinclong. Namun, materialnya terasa kokoh dan tidak akan penyok jika dimasukkan ke dalam tas.
Dalam pengujian di Counter-Strike 2, mouse ini bekerja dengan sangat baik. Klik-nya responsif dan presisi untuk membidik kepala lawan. Sensor AimPoint Pro terbukti konsisten dalam uji coba, tanpa ada tanda-tanda sensor meloncat atau tidak stabil. Untuk game santai seperti Slay the Spire 2, performanya jelas lebih dari sekadar cukup.
Untuk urusan baterai, Asus mengklaim daya tahan hingga 98,5 jam dalam mode Bluetooth tanpa lampu RGB, atau sekitar 70 jam dalam mode 2.4 GHz dengan lampu menyala. Angka ini tergolong standar, tapi perlu diingat bahwa polling rate 8.000 Hz akan menguras baterai lebih cepat. Sebaiknya turunkan ke 1.000 Hz untuk penggunaan harian.
Dengan harga USD 260 (sekitar Rp 4,2 juta), Harpe II Extreme Edition 20 jelas bukan untuk semua orang. Dengan uang sebanyak itu, gamer bisa membeli satu setengah unit Razer Viper V4 Pro atau bahkan satu set meja gaming lengkap. Ini adalah mouse untuk kolektor yang menginginkan barang langka dengan nilai estetika tinggi, bukan untuk pemain yang mencari keunggulan kompetitif murni.
Asus jelas tahu target pasarnya. Seperti halnya keyboard Azoth Extreme Edition 20 atau motherboard Godlike X, produk edisi ulang tahun ini memang dirancang untuk menjadi pusat perhatian di atas meja. Selama pengujian, kesan mewahnya terasa kuat, dan untuk mereka yang mampu membelinya, mouse ini tidak akan mengecewakan.