WAJO — Sulhan, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi Golkar, meminta jajaran pemadam kebakaran turun tangan membantu para petani. Bukan untuk memadamkan api, melainkan mengalirkan air ke lahan pertanian yang mulai kekurangan pasokan air akibat kemarau.
Menurut Sulhan, armada Damkar tidak hanya berfungsi untuk menangani kebakaran. Dalam kondisi tertentu, armada tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, termasuk saat menghadapi kekeringan seperti sekarang ini.
“Ini bagian dari upaya kita mengantisipasi dampak kemarau. Jangan sampai petani kesulitan mendapatkan air dan tanaman mereka terancam,” ujar Sulhan, Selasa (11/8/2026).
Kekeringan yang mulai dirasakan sejumlah petani di Kabupaten Wajo memicu kekhawatiran akan gagal panen. Lahan pertanian yang kering membuat tanaman yang telah dirawat selama berbulan-bulan terancam rusak.
Sulhan menegaskan bahwa pemerintah harus hadir mencari solusi sebelum kondisi semakin parah. Ia menekankan pentingnya gerak cepat, bukan menunggu tanaman rusak terlebih dahulu.
“Petani harus kita bantu. Kalau air mulai sulit, kita harus hadir mencarikan solusi. Jangan menunggu sampai tanaman sudah rusak baru kita bergerak,” tegasnya.
Bantuan suplai air dari armada Damkar diharapkan menjadi solusi sementara bagi petani yang sedang berjuang mempertahankan tanamannya. Kehadiran mereka di areal persawahan menjadi bentuk nyata kepedulian dan gotong royong di tengah ancaman kekeringan.
Sulhan juga mendorong pemerintah daerah untuk terus menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang. Hal ini penting mengingat potensi musim kemarau yang berlangsung panjang dan berdampak luas pada sektor pertanian di Wajo.