SULAWESI SELATAN — Bupati OKU Timur, Ir H Lanosin, MT, MM, tidak hanya berhenti pada satu pintu. Di hari yang sama, ia melanjutkan diskusi dengan Direktur Pangan PT Agrinas Pangan Nusantara, Brigjen TNI Blasius Popylus. Pertemuan ini menjadi awal penjajakan kolaborasi yang mencakup penguatan produksi, pengelolaan pascapanen, hingga pengembangan ekosistem pangan di wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra beras di Sumatera Selatan itu.
Rencana hibah lahan dari Pemkab OKU Timur menjadi poin krusial dalam pertemuan dengan Dewan Pengawas Independen Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn.) Arifin Seman. Lahan tersebut disiapkan untuk menjadi lokasi pembangunan fasilitas penggilingan padi modern dan gudang logistik Bulog.
Keberadaan RMU dan gudang ini dinilai strategis untuk memangkas rantai distribusi. Dampaknya langsung terasa pada peningkatan kapasitas penyerapan gabah petani, yang selama ini kerap menghadapi fluktuasi harga saat panen raya.
“Setiap komunikasi yang dibangun adalah bagian dari upaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya para petani,” ujar Bupati Lanosin dalam keterangan resminya. Ia menegaskan komitmennya agar kerja sama tidak berhenti pada nota kesepahaman, melainkan terwujud dalam program konkret yang manfaatnya bisa dirasakan langsung.
OKU Timur memiliki potensi produksi beras yang besar, namun selama ini terkendala infrastruktur pascapanen. Akibatnya, nilai tambah sering kali jatuh ke tangan tengkulak, bukan petani.
Dengan hadirnya Bulog dan Agrinas, pemerintah daerah membidik dua sasaran sekaligus: memperkuat ketahanan pangan nasional dan memperbaiki kesejahteraan petani. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas peluang ekonomi di sektor hulu, bukan sekadar meningkatkan volume produksi.
Bagi masyarakat luas, rantai pasok yang lebih pendek berarti harga beras yang lebih stabil di pasaran. Sementara bagi petani, kepastian serapan gabah menjadi jaring pengaman yang mencegah kerugian saat harga anjlok.
Agenda di Jakarta ini merupakan ikhtiar Pemkab OKU Timur membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat dan BUMN. Bupati menilai, sektor pertanian tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan infrastruktur dan akses pasar yang memadai.
Dari dua pertemuan tersebut, belum ada keputusan final yang diumumkan. Namun, penjajakan ini menjadi sinyal kuat bahwa OKU Timur serius mengambil peran dalam program ketahanan pangan nasional. Jika terealisasi, fasilitas RMU dan gudang Bulog di KTM akan menjadi infrastruktur vital yang mengubah lanskap pertanian di Sumatera Selatan.
Inisiatif ini menempatkan OKU Timur di posisi terdepan dalam upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan, sekaligus membuktikan bahwa pembangunan daerah bisa berjalan seiring dengan kepentingan nasional.