PINRANG — Pemkab Pinrang memanfaatkan momentum musim kemarau untuk menuntaskan pekerjaan fisik infrastruktur pengendali banjir. Fokus utama pengerjaan terletak di kawasan Pasar Sentral Pinrang, yang selama ini menjadi langganan genangan air saat hujan deras mengguyur.
Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos, menegaskan bahwa proyek ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi warga. Ia meminta seluruh jajaran memastikan kualitas pengerjaan berstandar jangka panjang.
Kawasan pasar dipilih sebagai lokasi prioritas karena dampak ekonominya yang signifikan. Genangan air yang kerap muncul saat musim hujan dinilai mampu melumpuhkan aktivitas jual-beli para pedagang dan menghambat mobilitas pembeli.
“Kami berharap proyek ini memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam beraktivitas. Ketika musim hujan tiba, saluran drainase dapat mengalirkan air dengan lancar, sehingga genangan yang selama ini mengganggu warga bisa kami minimalisir,” tegas Irwan di sela-sela peninjauan.
Kepala Bidang Air Minum, Penyehatan Lingkungan, dan Permukiman Dinas Bima Cipta Pinrang, Maemunah, memaparkan teknis pengerjaan di lapangan. Pihaknya tidak hanya melakukan pengerukan endapan lumpur, tetapi juga membongkar cor plat yang selama ini menyumbat aliran air.
“Kami mengeruk sedimentasi yang mengendap, melebarkan saluran drainase, serta membongkar cor plat yang selama ini menyumbat aliran air,” jelas Maemunah.
Metode ini dipilih untuk meningkatkan daya tampung saluran secara signifikan. Dengan begitu, debit air hujan dapat langsung mengalir lancar tanpa memicu luapan ke badan jalan maupun area pertokoan.
Pada waktu yang bersamaan, Dinas Bima Cipta juga merehabilitasi akses jalan di sekitar pasar menggunakan konstruksi Rigid Pavement atau beton semen. Kepala Bidang Bina Marga, Muh. Sastera, menyebut material ini dipilih karena ketahanannya terhadap beban berat kendaraan pengangkut logistik.
“Kami memilih konstruksi beton karena menawarkan daya tahan yang jauh lebih kuat terhadap beban kendaraan berat dan padatnya lalu lintas pasar,” ungkap Sastera.
Sinergi antara pembenahan drainase dan pembetonan jalan ini diharapkan memberikan manfaat ganda. Selain menciptakan akses jalan yang lebih solid dan tertata, proyek terpadu ini efektif menekan risiko banjir serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Dengan rampungnya proyek ini sebelum puncak musim hujan, aktivitas ekonomi di Pasar Sentral Pinrang diharapkan berjalan normal tanpa gangguan genangan. Pemkab Pinrang menargetkan seluruh pekerjaan fisik selesai tepat waktu agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.