Irigasi dan Jalan Jadi Fokus Menteri PU Dody Hanggodo di Merauke untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:54:00 WIB

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memacu dua proyek sekaligus di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan: jaringan irigasi dan pembangunan jalan penghubung. Keduanya menjadi tulang punggung dukungan Kementerian PU terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU Dody Hanggodo mengingatkan, pembangunan infrastruktur pangan tak boleh berhenti pada penyelesaian fisik semata. Infrastruktur mesti mampu mengerek produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

"Tidak boleh ada tambahan cost lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody dalam keterangannya.

Per Juli 2026, saluran irigasi primer di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Merauke sudah mencapai 44 kilometer atau 32,5 persen dari target 135,4 kilometer. Saluran sekunder sudah 16,31 kilometer dari rencana 61,6 kilometer (26,5 persen). Sementara jaringan irigasi di lahan percontohan seluas 1.200 hektare sudah mencapai 88 persen, dengan 20,45 kilometer selesai dari kebutuhan 24,2 kilometer.

Kementerian PU juga membangun infrastruktur pengendalian banjir untuk melindungi kawasan pertanian yang berkarakter lahan rawa itu dari genangan. Paket I pengendalian banjir sudah mencapai 39,02 persen, dan Paket II 36,65 persen.

Untuk konektivitas, Direktorat Jenderal Bina Marga membangun Jalan KSPP Wanam–Muting yang diharapkan memperlancar distribusi pupuk, benih, alat pertanian, dan hasil panen sambil menekan biaya logistik petani. Segmen I sudah mencatat kemajuan 3,59 persen, melampaui target 1,30 persen, dengan 58 kilometer sudah bisa dilalui kendaraan. Segmen II sudah mencapai 10,06 persen dari target 80 kilometer, dengan 50 kilometer trase terbuka.

Proyek Wanam merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, dan digadang jadi salah satu sentra pangan baru di Indonesia timur. Kesiapan jaringan irigasi, drainase, jalan, benih, pupuk, tenaga kerja, daya dukung lingkungan, dan hak masyarakat adat tetap perlu dipastikan berjalan beriringan, mengingat pengembangan pangan skala luas di Merauke sebelumnya sempat menghadapi persoalan tata air dan konflik lahan.

Secara nasional, Kementerian PU mendorong pembangunan bendungan selalu disertai penyelesaian irigasi hingga ke sawah. Pemerintah menargetkan 15 bendungan tuntas sebelum 2029, yang bila berfungsi penuh diproyeksikan menaikkan luas tanam dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare dan produksi pertanian nasional hingga 2,34 juta ton per tahun.

BPS mencatat produksi padi nasional 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, naik 13,29 persen dari tahun sebelumnya.

Reporter: Nurul Huda
Back to top