SULAWESI SELATAN — Kebakaran hutan yang melanda Portugal memasuki fase kritis. Otoritas setempat mengerahkan 900 personel pemadam yang bekerja sepanjang waktu untuk mencegah kobaran api merembet ke kawasan permukiman dan lahan pertanian. Kondisi vegetasi kering akibat musim kemarau mempercepat laju api, sementara angin kencang mempersulit upaya pemadaman dari darat.
Dinas pemadam tidak bekerja sendiri. Sejumlah helikopter dan pesawat pemadam dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api di lokasi yang sulit diakses, seperti lereng curam dan lembah. Langkah ini ditempuh karena jangkauan personel darat terbatas ketika api membesar.
Pemerintah Portugal menaikkan status kewaspadaan di daerah dengan risiko kebakaran tinggi. Warga diminta menghentikan aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk membakar sampah dan membuka lahan. Instruksi evakuasi akan dikeluarkan jika situasi memburuk, dan warga diminta mengikuti arahan petugas.
Kebakaran ini terjadi di tengah gelombang panas yang melanda Eropa selatan dalam beberapa pekan terakhir. Suhu tinggi dengan kelembapan rendah membuat vegetasi mudah terbakar. Kondisi serupa juga meningkatkan risiko kebakaran di Spanyol, Yunani, dan negara-negara Mediterania lainnya.
Data European Forest Fire Information System (EFFIS) mencatat kebakaran hutan sebagai ancaman rutin di Portugal setiap musim panas. Dalam beberapa tahun terakhir, negara itu berulang kali dilanda kebakaran berskala besar yang menghanguskan ribuan hektare hutan dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Kerusakan ekosistem akibat kebakaran tahun ini belum dihitung. Petugas masih memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul. Pemerintah Portugal berharap kondisi cuaca yang lebih bersahabat dalam beberapa hari ke depan dapat membantu mempercepat proses pemadaman.
Upaya pemadaman kali ini menjadi ujian bagi kesiapan infrastruktur penanggulangan bencana Portugal. Negara itu telah memperbarui strategi pemadaman setelah tragedi kebakaran besar pada 2017 yang menewaskan lebih dari 100 orang. Namun, pola cuaca ekstrem yang kian sering terjadi membuat tantangan semakin berat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Evakuasi dilakukan secara bertahap di wilayah yang terancam, dengan prioritas pada permukiman yang berada di dekat titik api.