BARRU — Angka kasus ISPA dan Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Lisu yang masih tinggi mendorong mahasiswa KKN-PK Unhas untuk turun langsung ke masyarakat. Mereka memilih Desa Lempang sebagai lokasi penyuluhan, mengingat sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengrajin batu yang setiap hari terpapar debu dari proses pemotongan dan penghalusan batu.
Kondisi itu, menurut tim KKN-PK, meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan. Edukasi penggunaan masker pun dianggap sebagai langkah preventif yang paling sederhana dan bisa langsung diterapkan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi dan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta tentang masker. Setelah itu, penanggung jawab program, Fausyahira, memaparkan materi soal pengertian ISPA dan TB, faktor risiko, jenis masker yang direkomendasikan, hingga demonstrasi cara memakai dan melepas masker yang benar.
Di akhir sesi, tim KKN-PK membagikan masker medis kepada seluruh peserta. Masker itu digunakan sebagai alat praktik sekaligus untuk mendorong kebiasaan baru di kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan post-test untuk melihat apakah ada peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan.
Fausyahira menekankan bahwa penggunaan masker bukan sekadar pelindung diri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. “Melalui penyuluhan ini, kami berharap masyarakat Desa Lempang semakin memahami pentingnya menggunakan masker, terutama ketika bekerja di lingkungan berdebu, mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, maupun saat berinteraksi dengan penderita Tuberkulosis,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan penggunaan masker yang benar dan konsisten, risiko ISPA maupun penularan TB bisa diminimalkan secara signifikan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Mahasiswa KKN-PK berharap kebiasaan memakai masker bisa berkelanjutan, terutama di lingkungan kerja berdebu dan saat berinteraksi dengan pasien TB.
Dengan meningkatnya kesadaran warga, risiko penularan penyakit saluran pernapasan di Desa Lempang diharapkan bisa ditekan, sehingga kualitas kesehatan masyarakat perlahan membaik.