JENEPONTO — Warga Dusun Balangloe, Desa Kaluku, Kecamatan Batang, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di saluran irigasi, Selasa (28/7) sekitar pukul 18.00 WITA. Jasad korban diketahui terbawa arus di selokan yang berada di belakang rumah seorang warga berinisial S.
Kapolsek Batang, Iptu Purwanto, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Menurutnya, NH berpamitan dari rumah menuju sawah sekitar pukul 16.00 WITA. Namun hingga menjelang malam, korban tak kunjung kembali.
Petaka mulai terkuak saat anak korban menerima informasi dari masyarakat setempat. Warga melaporkan adanya sesosok mayat perempuan hanyut di saluran irigasi. Keluarga yang mendengar kabar itu langsung bergegas menuju lokasi.
Isak tangis pun pecah saat mereka mendapati NH sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazah kemudian dievakuasi dari selokan ke rumah duka oleh pihak keluarga.
Personel Polsek Batang bersama piket fungsi tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 18.25 WITA. Tak berselang lama, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman bersama Tim Identifikasi Polres Jeneponto tiba di rumah duka untuk melakukan pemeriksaan awal.
Dari hasil identifikasi luar, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. “Hasil identifikasi luar menemukan adanya luka lebam pada bagian pipi sebelah kiri dan bahu kiri depan. Selain itu, terdapat luka lecet pada pinggul kanan depan serta siku sebelah kanan,” ungkap AKP Nurman.
Berdasarkan hasil olah TKP awal, pihak kepolisian menduga NH mengalami kecelakaan murni saat beraktivitas di area persawahan. Korban diduga terpeleset saat berusaha menyeberangi saluran irigasi yang memiliki lebar sekitar satu meter.
Meski tim kepolisian menemukan sejumlah luka fisik bekas benturan, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga besar NH secara resmi menolak dilakukan prosedur visum et repertum maupun autopsi medis.