JAKARTA — DPP Partai Demokrat secara resmi menugaskan anggota DPR RI Andi Muzakkir Aqil sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar. SK penugasan diserahkan langsung oleh Sekjen Herman Khaeron didampingi Sekretaris I BPOKK DPP Si Made Rai Edi Astawa, seusai acara Commanders Call di Trans Hotel Cibubur, pada 25-26 Juli 2026.
Penyerahan SK ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi nasional Partai Demokrat yang dihadiri jajaran pengurus pusat, kepala daerah, anggota legislatif, serta pimpinan partai dari berbagai wilayah. DPP menilai Makassar sebagai kota strategis yang membutuhkan kepengurusan solid untuk menghadapi agenda politik ke depan.
Kegiatan Commanders Call yang berlangsung dua hari itu menjadi forum penguatan organisasi sekaligus momen penyerahan mandat kepemimpinan di beberapa daerah. DPP menyebut penunjukan Andi Muzakkir Aqil sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.
Kota Makassar, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki dinamika politik yang tinggi. Oleh karena itu, DPP mendorong konsolidasi internal DPC agar mampu memperluas basis dukungan masyarakat dan mengoptimalkan program-program kepartaian.
Andi Muzakkir Aqil saat ini menjabat anggota DPR RI dari Komisi XII yang membidangi energi, sumber daya mineral, dan ketenagakerjaan. DPP menilai pengalaman legislatifnya menjadi modal untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan komunikasi dengan kader, serta membangun soliditas partai.
Melalui mandat ini, ia bertanggung jawab mempersiapkan mesin politik Partai Demokrat Kota Makassar menghadapi berbagai agenda politik mendatang. Dukungan seluruh struktur dan kader menjadi kunci untuk menghadirkan partai yang responsif terhadap aspirasi publik.
Pengamat politik Asratillah menilai penunjukan Andi Muzakkir Aqil sebagai langkah positif yang membuka babak baru bagi Demokrat Makassar.
“Ini merupakan babak baru bagi Partai Demokrat Kota Makassar. Penyegaran di pucuk kepemimpinan merupakan langkah yang positif karena membuka ruang lahirnya semangat baru dalam membangun organisasi,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan semakin kompetitif. Partai politik dituntut memiliki organisasi solid, kader aktif, serta kepemimpinan yang mampu membangun sinergi di semua tingkatan.
“Yang dibutuhkan Partai Demokrat Kota Makassar saat ini bukan hanya pergantian figur, tetapi bagaimana penyegaran kepemimpinan tersebut mampu diterjemahkan menjadi penguatan organisasi secara menyeluruh. Jika momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik, Demokrat Makassar memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing politiknya pada kontestasi yang akan datang,” kata Asratillah.
Dengan penunjukan Plt ketua DPC, proses konsolidasi internal diharapkan semakin intensif. Demokrat Makassar dituntut untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan warga kota.
Dukungan dari seluruh kader dan struktur partai menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas organisasi. Partai Demokrat juga diharapkan mampu menjadi kekuatan politik yang responsif terhadap aspirasi publik di Kota Makassar sepanjang masa kepemimpinan Andi Muzakkir Aqil. (*)