SULAWESI SELATAN — ASRock, yang selama ini dikenal lewat motherboard dan kartu grafis, kini serius bermain di pasar sistem pendingin cair. Dua produk perdananya, Phantom Gaming 360 LCD dan Steel Legend 360 LCD, langsung diuji menggunakan prosesor AMD Ryzen 9 9950X3D. Hasilnya? Keduanya mampu menahan panas di atas 260 watt tanpa throttle. Ini menjadikannya opsi menarik bagi pengguna PC rakitan kelas atas di Indonesia.
Secara fungsi utama, kedua AIO ini sama-sama mendinginkan CPU. Namun, pendekatan teknisnya berbeda. Perbedaan paling mencolok ada di ketebalan radiator dan jenis kipas yang digunakan.
Dari sisi tampilan, Phantom Gaming lebih “bling-bling” dengan pencahayaan RGB di seluruh bagian. Steel Legend justru mengusung desain minimalis putih yang lebih kalem.
Kedua AIO sama-sama dibekali layar IPS persegi 3,4 inci dengan resolusi 480 x 480 piksel dan refresh rate 60 Hz. Layar ini bisa menampilkan enam tema preset atau hasil kustomisasi lewat software Polychrome Display milik ASRock.
Sayangnya, software ini punya batasan cukup mengganggu. File gambar atau video untuk latar belakang wajib berukuran di bawah 20 MB dan resolusi maksimal 1080p. Jumlah preset yang tersedia juga terbilang minim untuk ukuran produk 2025.
Dalam pengujian menggunakan AMD Ryzen 9 9950X3D di dalam casing tertutup (bukan open bench), hasilnya cukup mengejutkan. AIO yang lebih murah justru tampil lebih dingin.
Kipas Steel Legend yang lebih kencang (76,7 CFM) terbukti mampu mengimbangi ketebalan radiator Phantom Gaming yang lebih besar. Hasil ini menunjukkan radiator 32 mm bukan jaminan pendinginan lebih baik jika kipas bawaannya kurang optimal.
Kedua AIO juga dibekali kipas VRM 70 mm (3.000 RPM) di atas blok CPU. Kipas ini membantu mendinginkan modul VRM motherboard dan RAM. Dalam uji stabilitas RAM Karhu, suhu DDR5 tercatat sangat baik: rata-rata 20,9°C (Steel Legend) dan 21,5°C (Phantom Gaming) — hanya kalah dari Silverstone IceMyst Pro dengan kipas stackable-nya.
Blok tembaga yang digunakan juga lebih tebal dari rata-rata AIO konsumen. Ketebalannya mendekati yang biasa ditemukan pada pendingin untuk prosesor server atau Threadripper. Ini membantu distribusi panas yang lebih merata.
Untuk pengguna PC di Indonesia yang mencari AIO 360 mm dengan layar, Steel Legend 360 LCD adalah pilihan lebih cerdas. Harganya lebih murah Rp 500 ribuan, performa pendinginannya justru lebih baik di hampir semua skenario, dan tingkat kebisingannya lebih rendah. Satu-satunya kekurangan adalah pilihan warna yang hanya tersedia putih.
Phantom Gaming 360 LCD tetap menjadi opsi menarik jika Anda menginginkan estetika RGB yang lebih maksimal dan tidak keberatan membayar lebih untuk tampilan yang lebih “gaming”. Keduanya sudah mendukung soket Intel LGA 1851/1700 dan AMD AM5/AM4. Keduanya juga sudah bisa dibeli di toko PC rakitan Tanah Air melalui distributor resmi ASRock.