MAKASSAR — Perhatian Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman langsung tertuju pada satu stan saat memasuki arena penutupan Pameran HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, Minggu. Stan Dekranasda Bulukumba itu menyuguhkan miniatur Kapal Pinisi sepanjang 1,2 meter yang dibuat oleh perajin UMKM Adiba Souvenir Tana Beru.
Gubernur tidak sekadar melihat. Ia memutuskan membeli salah satu miniatur tersebut.
"Produk kerajinan miniatur Pinisi ini sangat detail dan memiliki daya tarik untuk bersaing di pasaran," kata Andi Sudirman di Makassar, Minggu.
Menurutnya, miniatur itu menampilkan konstruksi kapal tradisional kebanggaan masyarakat Bulukumba secara utuh. Layar merah yang menjadi ciri khas kapal Pinisi ikut menghiasi produk tersebut dan disebut sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung serta tamu undangan yang hadir di arena pameran.
Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menegaskan bahwa keikutsertaan daerahnya pada pameran ini bukan sekadar ajang jualan. "Pinisi tidak sekadar produk kerajinan, tetapi simbol identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Bulukumba," ujarnya.
Ia menyebut pameran HUT Dekranas ke-46 menjadi momentum penting untuk memperluas promosi produk kriya daerah sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM Bulukumba.
Stan Dekranasda Bulukumba tidak hanya menampilkan miniatur Pinisi. Sejumlah produk unggulan lain turut dipamerkan, antara lain tenun khas Kajang dan Bira, aneka kerajinan berbahan daun lontar, serta berbagai produk ekonomi kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya Kabupaten Bulukumba.
Pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pelaku UMKM berkolaborasi dalam pameran ini untuk memperkuat promosi industri kriya daerah. Harapannya, produk-produk unggulan Bulukumba semakin dikenal dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Melalui ajang ini, Bulukumba juga ingin memperkokoh citranya sebagai Butta Panrita Lopi—tanah para ahli pembuat kapal Pinisi yang telah diakui dunia. Produk miniatur Pinisi yang dibeli langsung oleh gubernur menjadi bukti bahwa kerajinan lokal Bulukumba mampu menarik perhatian pejabat tertinggi di provinsi.