MAKASSAR — Empat hari penyelenggaraan HUT Dekranas 2026 di Makassar resmi berakhir. Penutupan ditandai dengan penabuhan alat musik tradisional Jalaka oleh Mendagri Tito Karnavian, didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa.
Meski transaksi langsung di pameran tercatat sekitar Rp4 miliar, Tito menekankan dampak riil jauh lebih besar. "Transportasi udara bergerak, transportasi lokal meningkat, hotel penuh, restoran ramai, jasa rental kendaraan meningkat, hingga UMKM di luar stan pameran juga ikut merasakan manfaatnya," ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pihak, terutama Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar. "Acara ini tidak mudah dilaksanakan," tegas Tito.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah HUT Dekranas merupakan momentum strategis. Ia mencontohkan ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah selama empat hari telah menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM.
"Hotel-hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil, dan berbagai sektor usaha lainnya berputar sangat luar biasa," kata Munafri.
Ia berharap keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Makassar untuk terus dipercaya menyelenggarakan agenda nasional maupun internasional. "Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan hospitality terbaik kepada seluruh tamu yang datang sehingga Makassar semakin dikenal sebagai kota yang nyaman, ramah, dan layak menjadi tuan rumah berbagai event berskala besar," tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa. Penghargaan diberikan atas kontribusi mereka dalam mendukung pengembangan wastra dan kriya di Sulawesi Selatan.
Prosesi penutupan turut dihadiri Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Ketua Dekranasda Sulsel Naoemi Octarina Sudirman.