Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, Pertamax Turbo dan Dexlite Terpangkas Hingga Rp3.650

Penulis: Mustofa Kamal  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:07:31 WIB
Harga Pertamax Turbo dan Dexlite nonsubsidi turun mulai 1 Juli 2026 di Pulau Jawa dan beberapa wilayah lainnya.

SULAWESI SELATANDi Pulau Jawa, harga Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300 per liter, turun signifikan dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp20.750. Sementara itu, Dexlite yang semula Rp23.000 per liter dipangkas menjadi Rp19.700. Penurunan ini berlaku di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Untuk wilayah Sumatera dan sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, serta Papua, harga BBM nonsubsidi sedikit lebih tinggi. Pertamax Turbo misalnya, dijual Rp19.750 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing Rp20.150 dan Rp21.650 per liter. Adapun harga Pertalite dan Biosolar bersubsidi tetap stabil di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Mengapa Harga BBM Turun? Ini Produk yang Tidak Berubah

Penyesuaian harga ini hanya menyentuh segmen nonsubsidi yang harganya mengikuti fluktuasi pasar minyak dunia. Tiga produk yang turun adalah Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53). Sementara itu, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 92) masih mengacu pada harga yang ditetapkan sejak 10 Juni 2026, yakni Rp16.250 dan Rp17.000 per liter.

Pertamina tidak mengubah harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Artinya, masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan angkutan umum yang mengandalkan solar bersubsidi tidak merasakan dampak perubahan harga kali ini.

Dampak Langsung ke Konsumen dan Wilayah Khusus

Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan diesel komersial seperti truk dan bus, serta pemilik mobil pribadi berbahan bakar performa tinggi. Di Nusa Tenggara Timur, terdapat catatan khusus: Biosolar nonsubsidi dijual Rp19.600 per liter, lebih mahal dari wilayah lain karena faktor distribusi.

Bagi konsumen di Sumatera dan kawasan timur Indonesia, selisih harga BBM nonsubsidi dengan Pulau Jawa berkisar Rp400 hingga Rp500 per liter. Hal ini lumrah terjadi mengingat perbedaan biaya transportasi dan infrastruktur penyimpanan BBM di masing-masing daerah.

Penurunan harga BBM nonsubsidi Pertamina pada Juli 2026 ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga minyak global mulai mereda, setidaknya untuk sementara. Konsumen pun bisa bernapas lega, terutama mereka yang menggantungkan mobilitas pada bahan bakar kualitas tinggi dan solar non-subsidi.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top