MAKASSAR — Perhelatan nasional di Kota Makassar pekan depan diproyeksikan menggerakkan ekonomi lokal hingga miliaran rupiah. Ketua Panitia 46 Tahun Dekranas, Sukarniaty Kondolele, menyebut estimasi Rp100 miliar itu mempertimbangkan jumlah peserta, lama tinggal, serta belanja di sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, dan jasa pendukung lainnya.
Peningkatan permintaan disebut terjadi di berbagai sektor jasa. Hotel, penginapan, restoran, rumah makan, hingga kafe diprediksi penuh selama acara berlangsung.
Transportasi udara dan darat, termasuk layanan ojek dan taksi daring, juga ikut menikmati lonjakan penumpang. Usaha penyewaan kendaraan di Makassar dilaporkan mulai kebanjiran pesanan sejak sepekan terakhir.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat peluang besar. Mereka bisa memperkenalkan produk unggulan Sulsel—mulai dari kerajinan, wastra Nusantara, fesyen, kuliner, kopi lokal, hingga aksesori—kepada peserta yang datang dari 38 provinsi.
“Ini momentum strategis memperkuat ekosistem industri kreatif dan kerajinan daerah,” ujar Sukarniaty di Makassar, Jumat.
Rangkaian acara juga menghadirkan pameran kriya dan wastra Nusantara dengan ratusan stan dari berbagai provinsi. Para pelaku usaha mendapat kesempatan memperluas jejaring bisnis dan menjalin kemitraan langsung di lokasi.
Aktivitas perdagangan di pusat perbelanjaan, toko oleh-oleh, dan pasar tradisional ikut terdongkrak. Jasa percetakan, fotografi, videografi, dekorasi, hingga event organizer juga dilaporkan meningkat permintaannya.
Pemprov Sulsel menilai perputaran dana sebesar Rp100 miliar dalam lima hari menjadi suntikan likuiditas yang signifikan bagi ekonomi kota. Sektor perhotelan dan UMKM disebut sebagai penerima manfaat utama.
Penyelenggaraan HKG PKK dan HUT Dekranas di Makassar sekaligus membuka ruang promosi lebih luas bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif untuk menembus pasar nasional.