SULAWESI SELATAN — Jalur Lembah Anai yang sempat lumpuh total akibat bencana alam pada pertengahan 2024 kini nyaris pulih seratus persen. Satgas PRR melaporkan bahwa dari total panjang ruas yang terdampak, hanya tersisa pekerjaan penyempurnaan trotoar, drainase, dan penguatan tebing di beberapa titik rawan longsor.
Kepala Satgas PRR Wilayah Sumatera Barat menyebutkan progres fisik yang mencapai 95 persen itu mencakup pengaspalan ulang badan jalan, pembersihan material sisa banjir, dan pemasangan pagar pengaman. "Pekerjaan yang belum rampung adalah detail engineering design untuk struktur penahan tanah di tiga titik kritis," ujarnya dalam keterangan tertulis, kemarin.
Pihak kontraktor pelaksana, menurut dia, saat ini tengah fokus pada penyelesaian sistem drainase vertikal dan perkuatan lereng. Dua hal ini dinilai krusial untuk mencegah kerusakan serupa di musim hujan mendatang. Marka jalan dan rambu lalu lintas juga akan dipasang bersamaan dengan tahap finishing.
Jalur Lembah Anai merupakan urat nadi penghubung Kota Padang, Bukittinggi, dan Medan. Selama masa perbaikan, arus logistik dan pariwisata di kawasan itu terganggu. Truk pengangkut hasil bumi dari dataran tinggi Sumatera Barat harus memutar lewat jalur alternatif yang lebih panjang dan rawan kemacetan.
Dengan target pembukaan penuh Juli 2026, waktu tempuh dari Bandara Internasional Minangkabau ke objek wisata Lembah Anai diperkirakan kembali normal menjadi sekitar 30 menit. Pemerintah daerah optimistis sektor perhotelan dan UMKM di sekitar kawasan wisata akan pulih seiring kembalinya arus wisatawan domestik.
Proyek pemulihan ini dibiayai melalui mekanisme belanja tak terduga (BTT) dan dana alokasi khusus (DAK) fisik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertindak sebagai koordinator, sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi pelaksana teknis.
Untuk memastikan kualitas, Satgas PRR menerapkan sistem pengawasan ketat. Setiap progres pekerjaan diverifikasi oleh tim independen dari Institut Teknologi Padang. "Kami tidak ingin pekerjaan cepat selesai tapi jangka pendek. Standar ketahanan infrastruktur harus ditingkatkan," kata pejabat BNPB saat meninjau lokasi pekan lalu.
Sebelum resmi dioperasikan pada Juli 2026, ruas jalan tersebut akan menjalani uji beban dan simulasi lalu lintas. Dinas Perhubungan Sumatera Barat akan melakukan rekayasa lalu lintas sementara selama masa uji coba. Jika semua parameter keselamatan terpenuhi, jalur itu akan dibuka tanpa pembatasan jam operasional.
Pemerintah mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem, mengingat topografi Lembah Anai yang berada di lereng curam. Pos pantau bencana akan tetap diaktifkan selama 24 jam di titik-titik rawan longsor.