GOWA — Muhammad Fadhilaturrahman, siswa MAN IC Gowa, berhasil menyabet medali perak atau juara kedua pada ajang Olimpiade Geografi dan Geosains (OGG) FITB ITB 2026. Tak hanya itu, ia juga meraih penghargaan khusus Best Demonstration di bidang Geosains.
Kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB ini berlangsung selama lima hari, mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026 di Kampus ITB, Bandung. Ratusan peserta dari seluruh Indonesia mengikuti babak penyisihan regional, sebelum akhirnya 50 peserta terbaik melaju ke babak final.
Muhammad Ikhsan Marikhar, pembimbing Fadhil, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan siswanya terletak pada metode pembinaan yang terstruktur. “Kami fokus pada pemahaman konsep dan soal HOTS. Siswa dibiasakan membuat laporan dan evaluasi setelah try out. Dari situ kemampuan analisis terbentuk,” paparnya.
Fadhil sendiri mengaku bahwa latihan intensif menjadi modal utamanya. “Latihan soal dan diskusi setiap pekan membuat saya lebih memahami konsep. Saat presentasi, saya belajar menjelaskan data dengan runtut dan menjawab berdasarkan fakta,” ungkapnya.
Kepala MAN IC Gowa, Burhanuddin, menanggapi positif capaian anak didiknya. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti bahwa sistem pembinaan yang diterapkan madrasah berjalan efektif.
“Prestasi ini bukti sistem pembinaan berjalan. Kami selalu mengusahakan iklim akademik yang terbaik. Jika proses konsisten, siswa mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Burhanuddin.
Ia menambahkan, pembinaan berkelanjutan melalui laboratorium, diskusi ilmiah, dan simulasi kompetisi menjadi fondasi utama. Proses ini melatih siswa dalam analisis data, penyusunan laporan, dan presentasi hasil penelitian. OGG FITB ITB sendiri bertujuan menjadi wadah eksplorasi dan pembelajaran di bidang geografi dan geosains, sekaligus mendorong kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta terhadap dinamika alam.