MAKASSAR — Kepengurusan MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan telah disahkan melalui Surat Keputusan Nomor 05/SK-MKPD/CIDES-ICMI/06/2026. SK tersebut ditandatangani Direktur CIDES ICMI, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA., Ph.D., dan Sekretaris Dr. Hery Margono di Jakarta pada 6 Juni 2026.
Ketua Pengurus Harian CIDES ICMI Sulsel, Dr Adi Suryadi Culla, mengatakan pembentukan wadah ini merupakan komitmen ICMI untuk menghadirkan kajian ilmiah yang berorientasi solusi terhadap persoalan pembangunan daerah.
“Pembentukan MKPD CIDES ICMI Sulawesi Selatan merupakan bagian dari komitmen ICMI untuk menghadirkan wadah kajian yang mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan secara ilmiah, objektif, dan berorientasi solusi,” ujar akademisi Fisip Unhas itu kepada Pelakita.ID.
Dewan Pembina MKPD CIDES ICMI Sulsel dipimpin oleh Ketua MPW ICMI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd. Ia didampingi Prof. Dr. Hj. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. sebagai wakil ketua.
Jajaran pembina diisi belasan guru besar dari berbagai universitas, termasuk Prof. Dr. Ir. H. Andi Tamsil, MS., IPM., Prof. Dr. H. Nurdin Noni, M.Hum., dan Prof. Dr. H. Sc. Agr. Ir. Baharuddin. Dewan Pakar yang menjadi kekuatan intelektual utama dikomandoi Prof. Dr. H. Abd. Hamid Paddu, M.A., dengan wakil Prof. Drs. Wahyuddin Halim, M.A., M.A., Ph.D.
Pada level operasional, roda organisasi dipercayakan kepada Dewan Pengurus Harian yang dipimpin Dr. H. Adi Suryadi Culla, M.A. sebagai ketua. Ia didampingi delapan wakil ketua dari latar belakang akademik dan profesional, termasuk Dr. Basti Tetteng, Dr. Rahmat Muhammad, dan Dr. Suardi Bakri.
Posisi sekretaris diemban oleh Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si., didukung enam wakil sekretaris. Bidang keuangan dipercayakan kepada Dr. Rosnaeni Daga, S.E., M.M. sebagai bendahara dan Dr. Dien Triana Abdullah, S.E., M.Si. sebagai wakil bendahara.
Untuk memastikan fungsi berjalan efektif, MKPD CIDES ICMI Sulsel membentuk enam divisi strategis:
Adi Suryadi Culla menegaskan, sebagai think tank, CIDES tidak hanya menghimpun akademisi tetapi juga praktisi, profesional, peneliti, dan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kemajuan daerah dan bangsa.