MAKASSAR —
Lonjakan signifikan kunjungan wisman ke Sulsel terjadi pada awal 2026. Aryanto, di Makassar, Kamis, merinci bahwa dari total 7.191 kunjungan selama empat bulan, dominasi masih berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data BPS, Malaysia menjadi penyumbang wisman terbesar dengan 757 kunjungan pada April 2026 saja. Tiongkok menyusul dengan 442 kunjungan, Singapura 104 kunjungan, dan Vietnam 20 kunjungan. Dari benua Eropa, Prancis mencatat 69 kunjungan, diikuti Belanda (35 kunjungan), Jerman (31 kunjungan), Belarusia (31 kunjungan), Inggris (23 kunjungan), Spanyol (19 kunjungan), dan Polandia (5 kunjungan).
Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnas) yang masuk melalui Bandara Sultan Hasanuddin justru menunjukkan tren penurunan. Pada April 2026, tercatat 8.166 perjalanan wisnas, turun 16,71 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 9.804 perjalanan. Jika dibandingkan dengan April 2025, penurunan mencapai 27,23 persen dari 11.221 perjalanan.
Aryanto menjelaskan, fluktuasi jumlah perjalanan wisnas dipengaruhi oleh faktor musiman, kondisi ekonomi, dan perbedaan jadwal libur nasional antara Januari dan Februari. "Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan terus mendorong berbagai strategi untuk menjaga tren kunjungan wisatawan tetap positif pada bulan-bulan berikutnya," ujarnya.
Meski wisman mengalami peningkatan, pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata diharapkan tidak lengah. Momentum kenaikan 132,4 persen ini perlu diimbangi dengan strategi promosi yang berkelanjutan, terutama untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Eropa dan Asia lainnya. Data BPS ini menjadi modal untuk mengevaluasi kebijakan pariwisata ke depan, termasuk menjaga daya tarik destinasi unggulan di Sulsel seperti Toraja, Pantai Losari, dan Kepulauan Spermonde.