85 Kader ‘Aisyiyah dari Regional Sulawesi Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan di Makassar

Penulis: Mustofa Kamal  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15:34 WIB
kader ‘Aisyiyah Regional Sulawesi mengikuti pelatihan kepemimpinan perempuan berkemajuan di Makassar.

MAKASSAR — Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Sulawesi resmi digelar di Makassar sebagai bagian dari konsolidasi kader ‘Aisyiyah di kawasan Indonesia Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta yang berasal dari unsur pimpinan wilayah dari berbagai provinsi di regional Sulawesi, pimpinan daerah ‘Aisyiyah se-Sulawesi Selatan, utusan majelis dan lembaga Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, serta unsur Angkatan Muda.

Mengapa Sulawesi Selatan Dipilih sebagai Tuan Rumah?

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Mahmudah, M.Hum., menyebut kepercayaan yang diberikan PP ‘Aisyiyah kepada Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah menjadi momentum strategis. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat jejaring kepemimpinan perempuan berkemajuan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Kita mungkin berbeda wilayah, berbeda kultur, dan berbeda tantangan lokal. Tetapi kita disatukan oleh cita-cita besar yang sama, yaitu menghadirkan perempuan Islam berkemajuan yang mampu mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ujar Mahmudah dalam sambutannya.

Empat Pilar Kaderisasi dari Spirit Al-‘Ashr

Mahmudah menegaskan bahwa proses kaderisasi dalam tubuh ‘Aisyiyah tidak bisa dilepaskan dari spirit Al-‘Ashr yang menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ia menjelaskan, surat pendek tersebut bukan sekadar bacaan, melainkan peta jalan peradaban yang mengajarkan iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

“Kaderisasi yang kita lakukan hari ini sesungguhnya merupakan implementasi dari empat pilar, yaitu orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran,” kata Mahmudah.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga konsentrasi selama mengikuti pelatihan. Di era digital, kata Mahmudah, kemampuan menjaga perhatian terhadap ilmu dan proses pembelajaran menjadi salah satu hal paling berharga.

Transformasi Kader: Bukan Sekadar Regenerasi

Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Dr. Mami Hajaroh, menekankan pentingnya konsolidasi dan transformasi kader. Ia menyebut bahwa kader tidak selamanya berada dalam satu posisi organisasi, sehingga transformasi menjadi keharusan agar estafet kepemimpinan berjalan sehat dan berkelanjutan.

Menurut Mami, pelatihan ini merupakan bagian dari kerja perkaderan fungsional untuk menyiapkan pemimpin perempuan berkemajuan. Ia menilai, proses kaderisasi tidak cukup hanya berhenti pada penyiapan, tetapi harus terus diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan.

Apa Target dari Pelatihan Ini?

Panitia Pelaksana, Rostina Mansyur, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat transformasi kepemimpinan perempuan berkemajuan di lingkungan ‘Aisyiyah. Ia berharap pelatihan ini melahirkan kader pemimpin yang mampu menggerakkan, menginspirasi, dan memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat transformasi kepemimpinan perempuan berkemajuan di lingkungan ‘Aisyiyah, agar mampu menjadi kader pemimpin yang menggerakkan, menginspirasi, serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” kata Rostina.

Mahmudah menambahkan, pelatihan ini diharapkan melahirkan jejaring pemimpin perempuan berkemajuan di Indonesia Timur. Jejaring tersebut, kata dia, akan memperkuat proses regenerasi sekaligus menyiapkan pemimpin ‘Aisyiyah yang berkarakter, berilmu, berintegritas, dan berkemajuan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: khittah.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top