MAKASSAR — Pekerjaan fisik di sejumlah ruas jalan utama di Sulawesi Selatan mulai memasuki tahap percepatan. Pemprov Sulsel melalui program Multi Years Project (MYP) mengerjakan perbaikan infrastruktur di lima paket wilayah yang menjadi jalur distribusi logistik dan mobilitas warga.
Pada Paket 2, proyek mencakup ruas Batas Kabupaten Gowa–Galesong–Pattallassang yang tengah dikerjakan lapisan laston AC-BC di STA 01+625. Sementara di ruas Panciro–Batas Kota Makassar, pekerjaan meliputi laston lapisan antara dan beton bahu jalan FC’15 di STA 00+800.
Di ruas Batas Gowa–Barombong–Batas Kabupaten Takalar, pengerjaan bahu jalan beton FC’15 berlangsung di STA 00+100. Ruas Batas Kabupaten Gowa–Bontoramba mendapat perlakuan lapis aus beton dan bahu jalan beton FC’15 di STA 09+900.
Untuk ruas Palleko–Towata, pekerjaan laston lapisan aus dikerjakan di STA 02+125. Sedangkan di ruas Batas Jeneponto–Rumbia–Jeneponto, fokus pada lapis fondasi agregat kelas A di STA 13+575.
Pada Paket 3, pekerjaan menyasar ruas Mario–Binabaru–Batas Kabupaten Pinrang dengan pemasangan batu talud di STA 04+425 R. Sementara di ruas Batas Kabupaten Sidrap–Malimpung, pengerjaan laston lapis antara AC-BC berlangsung di STA 00+175 L/R.
Paket 4 mencakup ruas Salaonro–Batas Kabupaten Wajo dengan pengerjaan AC-BC di STA 7+750 dan STA 8+000. Di ruas Impa-Impa–Anabanua, kegiatan pengamanan tanaman dilakukan di STA 13+650 R.
Program MYP ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Fokus utama proyek adalah ruas dengan tingkat mobilitas tinggi yang menjadi penghubung antardaerah sekaligus pendukung distribusi barang, jasa, dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Pekerjaan yang dilakukan mencakup pengaspalan, pembangunan bahu jalan, pemasangan drainase, hingga pengecoran beton rigid di sejumlah titik prioritas. Dengan percepatan ini, diharapkan akses jalan yang lebih layak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.