SULAWESI SELATAN — Berbeda dari bayangan publik tentang kacamata pintar bergaya Google Glass, produk anyar ini justru mengusung konsep audio glasses—tidak ada display di lensa. Sebagai gantinya, perangkat ini dibekali kamera, speaker, dan mikrofon yang memungkinkan Gemini AI berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Google memamerkan dua desain awal dari Gentle Monster dan Warby Parker, dan menjanjikan koleksi penuh dari kedua merek tersebut saat peluncuran nanti. Pengguna cukup mengucapkan "Hey Google" atau mengetuk sisi bingkai untuk mengaktifkan asisten AI.
Fitur navigasi menjadi salah satu andalan. Gemini mampu memberikan petunjuk arah belokan demi belokan berdasarkan apa yang dilihat kamera, lengkap dengan kemampuan menambahkan perhentian atau mencari restoran terdekat sesuai preferensi pengguna.
Untuk produktivitas sehari-hari, kacamata ini bisa mengelola panggilan, mengirim teks, meringkas pesan, hingga menangkap foto dan video yang bisa diedit langsung dengan mesin Nano Banana AI milik Google. Fitur penerjemahan ucapan dan tulisan secara real-time juga tersedia.
Yang lebih menarik: Gemini bisa menyelesaikan tugas multi-langkah seperti memesan kopi melalui DoorDash hanya dengan perintah suara—tanpa pengguna menyentuh ponsel sama sekali.
Google memastikan kacamata ini akan kompatibel dengan iPhone, tidak terbatas pada perangkat Android saja. Langkah ini menjadi penting karena Apple sendiri dikabarkan tengah mengembangkan produk serupa, namun rumor menyebut kacamata AI buatan Apple baru akan siap pada 2027.
Dengan celah waktu hampir dua tahun, Google punya kesempatan membangun pangsa pasar lebih dulu—terutama di kalangan pengguna iPhone yang penasaran dengan teknologi AI wearable.
Google tidak berhenti di sini. Perusahaan mengatakan versi lanjutan dengan layar kecil di lensa—yang bisa menampilkan informasi langsung dari Gemini—sedang dalam pengembangan. Namun produk tersebut belum akan dirilis dalam waktu dekat.
Untuk saat ini, fokus Google adalah menghadirkan pengalaman AI yang imersif tanpa perlu menatap layar. Kacamata ini akan berjalan di Android XR, platform khusus untuk smart glasses dan headset AR/VR yang sebelumnya diperkenalkan Google bersama Samsung.
Belum ada informasi harga resmi untuk pasar global maupun ketersediaan di Indonesia. Namun dengan kemitraan bersama Warby Parker dan Gentle Monster, kacamata ini diprediksi akan dijual di kisaran harga premium—mengingat posisi kedua merek tersebut di industri eyewear mewah.