LUWU — PT Macmahon Indonesia Site Awak Mas meluluskan peserta program pelatihan operator alat berat yang digelar sejak Juli 2025. Acara penutupan berlangsung di Ruang Pola Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, Selasa (19/5/2026).
General Manager PT Macmahon Indonesia Site Awak Mas, Daryono Labula, menyebut tantangan pelatihan bukan hanya soal teknis. Pembentukan pola pikir dan disiplin kerja menjadi prioritas utama.
"Kami tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga membangun budaya keselamatan dan kesiapan mental di dunia kerja," ujarnya.
Para peserta mendapat spesialisasi pengoperasian lima jenis alat berat: dump truck, dozer, compactor, motor grader, dan excavator. Ketua panitia, Dikdik Syamsur Sidik, mengatakan dominasi perempuan dalam angkatan pertama ini membuktikan kapasitas mereka di industri yang selama ini didominasi laki-laki.
"Sebanyak 30 dari 35 peserta merupakan perempuan. Ini menunjukkan peran besar perempuan dalam sektor industri, khususnya pertambangan," kata Dikdik.
Bupati Luwu, H Patahudding, yang hadir dalam acara tersebut menyoroti langsung fenomena ini. Ia menilai perempuan memiliki ketekunan dan ketangguhan yang dibutuhkan di lapangan.
"Perempuan terbukti lebih tekun dan tangguh. Ke depan, saya harap keterlibatan mereka terus meningkat," ucapnya.
Bupati juga berpesan agar para lulusan menjaga kepercayaan dan integritas. Menurutnya, pelatihan ini menjadi peluang besar untuk masa depan yang lebih baik bagi warga sekitar tambang.
Daryono Labula menambahkan, sekitar 76 persen tenaga kerja di proyek Awak Mas saat ini berasal dari masyarakat lokal. Program Green Training dirancang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk meningkatkan kualitas SDM setempat.
Perwakilan Direktur PT Masmindo Dwi Area, Nevindatama Putranta, menyebut para lulusan diharapkan menjadi pionir bagi generasi berikutnya di sektor pertambangan. "Program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdaya saing," ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan bahwa keterampilan teknis harus dibarengi dengan sikap dan integritas sebagai kunci keberhasilan di dunia kerja.
Kegiatan turut dihadiri Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sofyan Thamrin, Kepala Dinas Pendidikan Andi Palanggi, Camat Latimojong, serta para kepala desa se-Kecamatan Latimojong. Program Green Training diharapkan terus berlanjut seiring perkembangan proyek Awak Mas dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal.