MAKASSAR — Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pengurus Provinsi PERSINAS ASAD Sulawesi Selatan digelar di Gedung Manunggal Mini, Sabtu (16/5/2026). Forum ini menjadi titik awal penyusunan langkah teknis pembinaan atlet, penguatan organisasi, serta pelestarian silat tradisi menjelang Porprov Sulawesi Selatan 2026.
Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, dalam arahannya menekankan tiga fokus utama yang menjadi prioritas nasional. Ketiganya adalah penguatan organisasi, peningkatan prestasi, dan pelestarian silat tradisi.
“PB memiliki program besar di tiga bidang, organisasi, prestasi, dan silat tradisi. Seluruh pengprov harus bergerak dalam ritme yang sama agar pembinaan berjalan sistematis dan target prestasi bisa tercapai,” kata Weda dalam forum tersebut.
Weda menegaskan target yang dipasang bukan sekadar ambisi, melainkan angka yang realistis dan terukur. Ia menyebut seluruh perangkat organisasi harus bekerja sejak sekarang, mulai dari pembinaan atlet, penguatan pelatih, hingga kaderisasi.
“Target realistis kita adalah meraih prestasi maksimal di Porprov 2026. Karena itu seluruh perangkat organisasi harus bekerja dari sekarang, mulai pembinaan atlet, penguatan pelatih, hingga kaderisasi,” ujarnya.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Sulawesi Selatan, Ambo Tang, menyatakan pihaknya siap mengeksekusi arahan Pengurus Besar. Ia menyebut langkah nyata harus segera diambil agar Sulsel bisa memberikan hasil terbaik di Porprov 2026.
“Kami akan langsung bekerja untuk mewujudkan target capaian maksimal. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi langkah nyata agar Sulawesi Selatan bisa memberikan hasil terbaik di Porprov 2026,” ujar Ambo.
Rakerprov yang mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur” ini diikuti jajaran pengurus kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Selain pembinaan prestasi, forum juga menekankan pentingnya menjaga pencak silat tradisi sebagai identitas utama perguruan.