MAKASSAR — Program Diklat Sadar Diri digagas menyusul maraknya aksi kekerasan jalanan di Kota Makassar yang turut melibatkan anak di bawah umur. Awal berharap pembinaan tersebut membuat para peserta mengubah perilaku dan memiliki pandangan lebih positif untuk masa depan mereka.
Pembinaan berlangsung selama tujuh hari di SPN Batua, Makassar. Awal menyebut tujuan program ini agar para peserta bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat setelah mengikuti pembinaan.
"Kita akan latih mereka di SPN Batua, tujuan agar mereka bisa menjadi pribadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat setelah mengikuti pembinaan di SPN," kata Awal kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Rabu (21/10/2026).
Orang Tua hingga Lurah Ikut Terlibat dalam Pembinaan
Awal mengatakan program pembinaan ini akan melibatkan lingkungan tempat tinggal masing-masing peserta, mulai dari orang tua, ketua RT/RW hingga lurah. Keterlibatan keluarga dan perangkat wilayah dinilai penting untuk memastikan perubahan perilaku para pemuda tetap terjaga setelah mereka kembali ke lingkungan masing-masing.
"Kita harapkan agar mereka bisa lebih baik, minimal tidak mengulangi perbuatannya, setelah dari diklat dia bisa menjadi agen di kelompoknya agar tidak mengulangi perbuatannya," ucapnya.
Pelaku Tawuran Bakal Diberi Sertifikat dan Peluang Kerja
Selain mendapatkan pembinaan, para pelaku tawuran juga akan diberi peluang untuk memperoleh pekerjaan. Langkah ini diharapkan membuat mereka lebih fokus mencari penghasilan dan meninggalkan aksi kriminalitas jalanan.
"Sehingga mereka bisa melupakan perselisihan antarkelompok. Mereka juga bakal diberi sertifikat setelah mengikuti diklat. Jadi jangan merasa takut karena kita ingin memperbaiki dan mengubah mindset-nya yang selama ini terprovokasi ajakan berbuat onar," tandasnya.
Program pembinaan di SPN Batua ini memiliki kemiripan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menerapkan pembinaan remaja bermasalah melalui barak militer. Keduanya sama-sama mengedepankan pembinaan sebagai upaya mengubah perilaku remaja yang terlibat dalam berbagai persoalan sosial.
Organisasi Pemuda Matador Dukung Gagasan Kapolda Sulsel
Sekretaris Umum Organisasi Kepemudaan Makassar Tidak Kendor, Rian Saputra, mengaku mendukung gagasan Kapolda Sulsel untuk membina para pelaku tawuran di SPN Batua. Menurutnya, program seperti ini yang dibutuhkan karena pemicu perang kelompok di Makassar kadang hanya persoalan sepele.
"Makassar adalah kota damai, beradab dan berintelektual, program seperti inilah yang dibutuhkan karena pemicu perang kelompok di Makassar kadang hanya sepele, seperti geber-geber motor dan mengakibatkan ketersinggungan," kata Rian kepada IDN Times di Mapolda Sulsel.
Rian berpesan kepada para pemuda di Makassar agar menjaga ketenteraman dan menghentikan aksi tawuran yang hanya merugikan orang lain maupun diri sendiri.
"Perang kelompok itu tidak berguna, sebab jika ada korban jiwa maka bukan lagi perang kelompok tapi akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar lagi," tandasnya.