SULAWESI SELATAN — DBS Group mempertahankan gelar "Bank Teraman di Asia" dari Global Finance untuk tahun ke-18 berturut-turut, mengukuhkan posisinya sebagai institusi keuangan paling stabil di kawasan. Penilaian dilakukan lewat evaluasi peringkat valuta asing jangka panjang dari Moody's, Standard & Poor's, dan Fitch terhadap 500 bank terbesar dunia.
Pengakuan Global Finance menempatkan DBS Group di jajaran bank dengan kinerja keuangan solid. Penilaian lembaga publikasi keuangan internasional itu menyoroti penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang kuat, ditopang neraca keuangan yang kokoh.
Peringkat tahunan Bank Teraman di Dunia dari Global Finance telah menjadi standar yang diakui dalam menilai keamanan institusi keuangan sebagai mitra transaksi selama 35 tahun. Penerima penghargaan ditentukan berdasarkan evaluasi peringkat valuta asing jangka panjang dari Moody's, Standard & Poor's, dan Fitch.
Evaluasi mencakup 500 bank terbesar di dunia. Peringkat valuta asing jangka panjang menjadi dasar utama, sehingga bobot penilaian bertumpu pada kemampuan bank menyerap tekanan eksternal dan menjaga kepercayaan mitra transaksi.
Pendiri sekaligus Editorial Director Global Finance Joseph Giarraputo menyebut kekuatan, stabilitas, dan disiplin manajemen risiko tetap jadi tolok ukur penting di tengah tekanan ekonomi global.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlanjut, ketegangan geopolitik, serta perubahan cepat di sektor keuangan, kekuatan, stabilitas, dan penerapan manajemen risiko yang disiplin tetap menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas perbankan," kata Joseph Giarraputo.
Giarraputo menambahkan, penghargaan World's Safest Banks 2026 diberikan kepada institusi yang menunjukkan kekuatan finansial dan ketahanan jangka panjang menghadapi berbagai risiko. Menurut dia, pengakuan itu sekaligus memberi rasa percaya kepada nasabah dan pasar.
Chief Financial Officer DBS Chng Sok Hui menilai predikat tersebut mencerminkan kekuatan dan ketahanan jaringan bisnis DBS Group. Dia juga menyoroti disiplin manajemen risiko yang diterapkan perseroan selama ini.
"Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian, nasabah membutuhkan bank yang aman dan dapat diandalkan. Kami berkomitmen untuk terus menjadi pilar stabilitas bagi nasabah, mendampingi mereka menghadapi berbagai siklus pasar sekaligus membantu menavigasi dunia yang semakin kompleks," ujar Chng Sok Hui.
Bagi nasabah korporasi dan investor institusi, predikat ini menjadi sinyal tambahan soal kualitas kredit dan tata kelola bank asal Singapura tersebut. Dua faktor itu kerap masuk dalam pertimbangan due diligence saat memilih bank mitra transaksi lintas negara.
Selain gelar Bank Teraman di Asia, DBS Group beberapa kali dinobatkan sebagai "Bank Terbaik di Dunia" oleh Euromoney, Global Finance, dan The Banker. Perseroan juga meraih gelar "Bank Terbaik di Dunia untuk Pengalaman Nasabah", "Bank Terbaik di Dunia untuk Tanggung Jawab Korporasi", dan "Bank Digital Terbaik di Dunia" dari Euromoney.
Deretan penghargaan itu memperlihatkan penilaian pasar tidak hanya bertumpu pada kekuatan neraca. Aspek pengalaman nasabah, tanggung jawab korporasi, dan kapabilitas digital ikut menjadi pembeda DBS di antara bank-bank besar Asia.
Konsistensi selama 18 tahun menjadi catatan tersendiri. Mempertahankan peringkat tertinggi dalam periode panjang menuntut keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengendalian risiko, terutama saat kondisi geopolitik dan pasar keuangan berubah cepat.