Pencarian

Dana Pengadaan Pesawat Amfibi Sulsel Sudah Tersedia, Komisi VII DPR Sebut Masih Ada Proses Penghambat

Minggu, 11 Oktober 2026 • 10:13:02 WIB
Dana Pengadaan Pesawat Amfibi Sulsel Sudah Tersedia, Komisi VII DPR Sebut Masih Ada Proses Penghambat
Ketua Tim Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyampaikan keterangan usai Kunjungan Kerja dan Reses di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (9/10).

Ketua Tim Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyatakan dana pengadaan pesawat amfibi atau seaplane untuk Sulawesi Selatan sudah tersedia, namun pencairannya masih menunggu penyelesaian sejumlah proses. Pernyataan itu disampaikan usai Kunjungan Kerja dan Reses Komisi VII DPR RI di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (9/10). Sulsel dipandang sebagai hub Indonesia Timur yang potensinya perlu terus dikembangkan.

MAKASSAR — Evita Nursanty menyebut pengadaan pesawat amfibi bagi Sulawesi Selatan terkendala tahapan administratif, bukan pada ketersediaan anggaran. Menurut dia, sejumlah proses masih harus dilalui sebelum dana bisa dicairkan dan pesawat bisa dioperasikan.

"Terkait seaplane, dana sudah ada tetapi ada beberapa proses yang memang menghambat dalam pengadaan seaplane tersebut," ujar Evita dalam kegiatan tersebut.

Mengapa Sulsel Disebut Butuh Pesawat Amfibi

Evita menilai Sulawesi Selatan punya posisi strategis sebagai penggerak ekonomi Indonesia Timur. Potensi itu, katanya, perlu pengembangan lanjutan sejalan dengan harapan Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

"Kita tahu Sulawesi Selatan ini memiliki potensi yang sangat-sangat luar biasa, terutama penggerak ekonomi Indonesia Timur. Kami sudah berdiskusi panjang lebar, sebenarnya yang menjadi kendala-kendala daripada Pemprov Sulawesi Selatan," ujar dia.

Dari diskusi tersebut, Komisi VII mencatat sejumlah hambatan yang dihadapi Pemprov Sulsel. Namun Evita tidak merinci satu per satu kendala yang dimaksud dalam keterangan usai reses itu.

Solusi Transportasi Udara untuk Daerah Kepulauan

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo sebelumnya menyebut pesawat amfibi bisa menjadi solusi transportasi udara baru bagi daerah-daerah kepulauan. Selama ini, wilayah tersebut sulit dijangkau moda transportasi konvensional.

"Salah satu tujuannya adalah membuka akses ke destinasi wisata yang sulit dijangkau, seperti daerah kepulauan," ujar Erwin.

Pengadaan pesawat amfibi merupakan hasil kerja sama Pemprov Sulsel dengan Kementerian Perhubungan. Tujuannya memperluas konektivitas sekaligus mengembangkan sektor pariwisata di wilayah kepulauan.

Dampak yang Diharapkan bagi Warga Pulau Terpencil

Kehadiran pesawat amfibi diharapkan mempercepat sejumlah layanan dasar. Pasien di pulau-pulau terpencil bisa segera dijemput tanpa harus menunggu kapal.

Wisatawan juga dapat langsung menuju destinasi eksotis yang selama ini terkendala akses. Dari sisi ekonomi, produk kelautan dan perikanan berpeluang lebih cepat tiba di pasar.

Pemprov Sulsel dan Kemenhub belum merinci jadwal operasi maupun jumlah unit pesawat yang akan didatangkan. Proses pencairan dana yang masih berjalan menjadi penentu kapan layanan ini mulai beroperasi.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks