47 Pelaku Usaha Luwu Timur Dibekali Strategi Ekspor, Lada hingga Rumput Laut Didorong Tembus Pasar Global

Penulis: Oman Sudirman  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:02:31 WIB
Pelatihan ekspor di Luwu Timur melibatkan 47 pelaku usaha dari BUMDes, BUMDesma, dan UMKM binaan PT Vale Indonesia.

SOROWAKO — Pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor (BME) dan Promosi Produk Ekspor (PPE) digelar selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, melibatkan Kementerian Perdagangan RI melalui Bapekomdag, Pemkab Luwu Timur, dan PT Vale Indonesia Tbk. Program ini disebut sebagai perintisan pertama di Indonesia dengan pola kolaborasi lintas sektor semacam itu.

Peserta tidak hanya dibekali materi teknis perdagangan internasional. Sebanyak 27 aparatur sipil negara dari Luwu Timur dan Luwu Utara menjalani penguatan kapasitas secara paralel, mencakup pemetaan pasar global, pemasaran digital, dan penyelenggaraan business matching.

Apa Saja yang Dipelajari 47 Peserta Pelatihan Ekspor

Materi bagi pelaku usaha mencakup penentuan harga ekspor, pemenuhan standar pasar tujuan, pengemasan produk, hingga strategi menemukan pembeli dari luar negeri. Pembekalan itu diberikan agar komoditas daerah tidak berhenti dijual sebagai bahan mentah.

Dari 47 peserta, 32 orang merupakan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma). Sisanya, 15 pelaku UMKM binaan PT Vale Indonesia Tbk.

PANDU JUARA Jadi Payung Transformasi Ekonomi Luwu Timur

Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan Pemkab Luwu Timur, PANDU JUARA. Program itu diarahkan mendorong transformasi ekonomi daerah lewat peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Aswan Azis, membuka pelatihan mewakili Bupati. Menurutnya, kesiapan pelaku usaha harus berjalan beriringan dengan kemampuan aparatur dalam memberi pendampingan dan memahami regulasi perdagangan.

"Pelaku usaha kita bekali teknis dasar masuk pasar global, sementara aparatur disiapkan menjadi pendamping dan fasilitator yang paham regulasi pasar tujuan. Kedua lini ini harus berjalan sejajar," ujar Aswan.

Mengapa Aparatur Ikut Dilatih Pemasaran Digital

Penguatan kapasitas ASN menyasar pemetaan pasar global dan pemasaran digital. Aswan menilai aparatur perlu peka membaca peluang di negara tujuan ekspor agar pendampingan ke pelaku usaha tidak berhenti di tataran administratif.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ekosistem ekspor daerah yang solid. Saat pelaku usaha siap berproduksi dan aparatur peka melihat peluang internasional, di situlah komoditas unggulan Luwu Timur bisa benar-benar menembus pasar global," katanya.

Lada, Kakao, dan Bandeng Jadi Andalan

Komoditas unggulan yang didorong menembus pasar internasional antara lain lada, kakao, rumput laut, dan ikan bandeng. Keempatnya dinilai punya peluang lebih luas jika diolah dan dikemas sesuai standar pasar tujuan.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan membuka jalan bagi lahirnya eksportir baru dari kalangan BUMDes, BUMDesma, dan UMKM lokal. Potensi daerah pun tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk berdaya saing yang menjangkau konsumen internasional.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: exposetimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top