GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa menilai expo tersebut bukan sekadar pameran produk. Darmawangsyah menyebut ajang ini sebagai ruang pertemuan antara pelaku UMKM, jemaah haji dan umrah, dunia usaha, serta lembaga keuangan untuk membangun kemitraan berkelanjutan.
“Kita ingin agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan ekosistem ekonomi haji dan umrah,” ujar Darmawangsyah di hadapan peserta expo.
Sebanyak kurang lebih 200 stand UMKM mengisi area expo. Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari busana muslim, makanan, layanan travel, hingga perbankan.
Darmawangsyah menuturkan UMKM berperan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menopang ekonomi keluarga. Lewat expo ini, ia berharap pelaku usaha memperbaiki kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, memperkuat kemasan dan identitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital.
Kabupaten Gowa dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Atas nama pemerintah daerah, Darmawangsyah menyampaikan apresiasi dan menyebut penyelenggaraan expo membawa manfaat serta mempererat silaturahmi antar daerah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Prof Jaenal Effendi, menyoroti besarnya nilai belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia. Menurutnya, angka itu membuka peluang bagi produk dalam negeri untuk mengambil bagian.
“Kita ingin agar belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia tidak seluruhnya dilakukan di Arab Saudi. Produk-produk UMKM dari Sulawesi Selatan dan berbagai daerah di Indonesia juga harus memiliki kesempatan untuk menjadi pilihan jemaah,” kata Jaenal.
Jaenal menegaskan UMKM harus naik kelas, tidak cukup hanya menjajakan produk yang tersedia saat ini. Pelaku usaha dituntut meningkatkan kualitas, memperluas kapasitas produksi, dan menembus pasar internasional.
Kementerian Haji dan Umrah berencana mengidentifikasi pelaku UMKM potensial dari Sulawesi Selatan. Produk mereka akan diperkenalkan kepada mitra strategis untuk memenuhi kebutuhan jemaah, mulai dari bumbu, makanan siap santap atau ready-to-eat, beras, hingga kebutuhan lain.
Ketua panitia yang juga Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, memastikan seluruh 200 stan UMKM yang disediakan telah terisi penuh. Panitia menargetkan sekitar 25.000 peserta dari kalangan jemaah haji dan masyarakat Sulawesi Selatan selama rangkaian kegiatan.
“Selain pameran UMKM, kegiatan ini dirangkaikan dengan manasik haji, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, Sa’i Walk and Run, pengajian akbar, serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim dan fakir miskin,” ujar Ikbal.
Rangkaian expo berlangsung hingga 18 Oktober 2026. Jaenal berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan nilai tambah, peningkatan transaksi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja baru di Sulawesi Selatan.