Xiaomi SU7 Ultra Versi Balap Tertangkap Uji Jalan di Nurburgring

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:39:02 WIB
Prototipe Xiaomi SU7 Ultra versi ekstrem tertangkap kamera saat uji jalan di sirkuit Nurburgring Nordschleife.

SULAWESI SELATAN — Xiaomi SU7 Ultra versi lebih ekstrem tertangkap kamera sedang uji jalan di sirkuit Nurburgring Nordschleife, membawa paket aerodinamis radikal yang berbeda dari model produksi reguler. Prototipe ini muncul setelah rekor mobil listrik tercepat di Nurburgring direbut Porsche Taycan Turbo GT Manthey. Versi baru ini diprediksi menyasar segmen hypercar listrik dengan tenaga yang jauh melampaui 1.548 HP milik SU7 Ultra standar.

Xiaomi SU7 Ultra saat ini masih menyandang status sebagai mobil tercepat yang pernah diproduksi Xiaomi. Namun perusahaan asal Tiongkok tersebut terlihat sedang menyiapkan varian yang jauh lebih agresif. Prototipe ini tertangkap kamera saat menjalani pengujian di sirkuit Nurburgring Nordschleife, sirkuit legendaris di Jerman yang biasa dipakai pabrikan untuk menguji performa ekstrem kendaraan.

Kemunculan prototipe ini bukan tanpa alasan. Rekor mobil listrik tercepat di Nurburgring sebelumnya dipegang Xiaomi SU7 Ultra, tetapi posisi tersebut kini direbut Porsche Taycan Turbo GT Manthey. Xiaomi tampaknya tidak tinggal diam dan menyiapkan jawaban melalui versi yang lebih buas dari SU7 Ultra.

Paket Aerodinamis Baru yang Radikal

Perubahan paling mencolok terlihat pada sektor aerodinamis. Bagian depan mengusung bumper dengan splitter baru berukuran besar, jauh lebih lebar dibandingkan versi standar. Di bagian samping, terpasang aero skirt model terbaru yang mempertegas profil rendah kendaraan.

Xiaomi juga menambahkan louvers di atas fender roda depan. Komponen ini berfungsi mengalirkan udara keluar dari area roda, mengurangi turbulensi, dan meningkatkan stabilitas saat melaju di kecepatan tinggi. Detail semacam ini biasanya hanya ditemukan pada mobil balap atau hypercar yang dirancang khusus untuk sirkuit.

Ubahan lain yang terlihat adalah penggunaan kaliper rem berbahan karbon-keramik berwarna merah. Material ini dipilih karena lebih ringan dan tahan panas dibandingkan rem konvensional, cocok untuk pengereman berulang di kecepatan ekstrem. Di bagian belakang, terpasang sayap model twin-plane raksasa dengan dudukan swan-neck. Ukurannya hampir menyamai sayap yang dipakai Porsche 911 GT3 RS.

Spekulasi Dapur Pacu Empat Motor

Versi SU7 Ultra yang ada saat ini sudah dibekali tiga motor listrik dengan tenaga 1.548 HP. Angka tersebut sudah tergolong fantastis untuk mobil listrik produksi massal. Namun dengan tambahan paket aerodinamis seradikal ini, muncul spekulasi bahwa Xiaomi sedang menyiapkan kejutan di sektor dapur pacu.

Xiaomi sebelumnya pernah memamerkan teknologi powertrain empat motor listrik yang mampu memuntahkan tenaga hingga 2.054 HP. Jika versi lebih buas ini mengadopsi sistem tersebut, SU7 Ultra baru berpotensi menjadi mobil produksi pertama yang memakai monster 2.000 HP lebih. Tenaga sebesar itu menempatkannya sejajar dengan hypercar listrik seperti Rimac Nevera atau Lotus Evija.

Belum ada konfirmasi resmi dari Xiaomi mengenai spesifikasi final maupun waktu peluncuran versi ini. Pengujian di Nurburgring biasanya menjadi tahap akhir sebelum sebuah model performa tinggi masuk jalur produksi. Kehadiran prototipe di sirkuit tersebut mengindikasikan Xiaomi serius menggarap varian ini.

Posisi di Pasar Mobil Listrik Performa Tinggi

Langkah Xiaomi menyiapkan SU7 Ultra versi ekstrem menunjukkan ambisi mereka bersaing di segmen mobil listrik performa tinggi. Pasar ini sebelumnya didominasi merek Eropa seperti Porsche, Tesla, dan Rimac. Xiaomi masuk sebagai pemain baru yang agresif dengan pendekatan teknologi dan harga kompetitif.

Bagi konsumen Indonesia, versi ini kemungkinan besar tidak akan masuk jalur distribusi resmi mengingat segmennya sangat niche. Namun kehadirannya tetap relevan sebagai penanda kemampuan teknologi Xiaomi di industri otomotif listrik. Teknologi yang dikembangkan untuk versi balap biasanya menetes ke model produksi massal dalam beberapa tahun berikutnya.

Versi lebih buas dari Xiaomi SU7 Ultra ini paling cocok untuk penggemar otomotif yang mengikuti perkembangan mobil listrik performa tinggi. Bagi calon pembeli mobil listrik harian, SU7 Ultra standar dengan 1.548 HP sudah jauh lebih dari cukup. Yang jelas, jika versi ini benar-benar diproduksi, dunia otomotif global akan kembali membicarakan Xiaomi sebagai penantang serius di segmen hypercar listrik.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: blackxperience.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top