PINRANG — Kepulan asap dari karhutla Kalimantan terbawa angin melintasi Selat Makassar hingga masuk ke wilayah udara Pinrang. Pemantauan Pusdalops BPBD Pinrang bersama data BMKG dan aplikasi IQAir menunjukkan penurunan kualitas udara yang signifikan di kabupaten berjuluk Bumi Lasinrang itu.
Rhommy menyatakan sebagian besar asap yang menyelimuti Pinrang berasal dari luar Sulawesi. Pihaknya memperkirakan 60 hingga 70 persen polutan datang dari titik panas di Kalimantan.
"Untuk saat ini berdasarkan data yang masuk, kalau boleh kami persentase sekitar 60-70 persen itu asapnya dibawa dari Kalimantan," ujar Rhommy kepada wartawan.
Sisanya, kata Rhommy, berasal dari karhutla di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. BPBD Pinrang menerima laporan adanya titik api di Kabupaten Bone, Wajo, dan Luwu.
"Rupanya juga ada titik api yang ada di wilayah Bone, di wilayah Wajo, dan wilayah Luwu terkait dengan kebakaran hutan lahan yang sudah cukup masif juga di wilayah masing-masing," terangnya.
Kondisi itu membuat Pinrang menghadapi tekanan polusi dari dua arah sekaligus. Asap lintas pulau bertemu dengan kiriman asap dari kabupaten tetangga di daratan Sulsel.
Karhutla juga terjadi di wilayah Pinrang sendiri. Data unit pemadam kebakaran dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Sawitto mencatat luas lahan terbakar di daerah itu melampaui 430 hektare.
"Kami hitung berdasarkan data dari unit damkar dan unit KPH Sawito bahwa ada kurang lebih sekitar 430 lebih hektar yang sudah terjadi kebakaran hutan lahan," papar Rhommy.
Angka tersebut menjadikan Pinrang tidak hanya penerima asap dari luar daerah, tetapi juga sumber emisi lokal yang memperburuk kondisi udara di sekitarnya.
Potensi kabut asap di Pinrang sebenarnya terdeteksi sejak 7 hingga 9 Oktober. Saat itu, matahari yang terbit dan terbenam mulai tampak berkabut.
Kondisi memburuk pada 10 hingga 12 Oktober seiring bertambahnya titik panas di Pinrang dan sejumlah wilayah Sulsel. BPBD memilih menahan informasi itu lebih awal dengan pertimbangan psikologis warga.
"Sebenarnya kalau dari segi potensi asap per tanggal 7, 8, 9, 10 Oktober itu sudah ada kami peringatan dini. Hanya memang kami tidak mau menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat, nanti akan menimbulkan kepanikan," jelasnya.
BPBD Pinrang menggelar langkah kesiapsiagaan untuk melindungi warga dari dampak asap. Warga diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah.
Imbauan itu merujuk arahan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid yang menekankan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
"Kami mengharapkan dan himbauan kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Pinrang sesuai dengan arahan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid bahwa yang kita tekankan sekarang adalah menjaga keselamatan masyarakat, terutama dari sesak napas yang terjadi, potensinya bisa saja terjadi di dalam beberapa hari ke depan," imbuh Rhommy.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera mencari layanan kesehatan terdekat. BPBD Pinrang menyatakan terus memantau pergerakan asap dan titik panas di wilayah sekitar sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.