MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan pada Senin (12/10/2026). Hujan ringan berpotensi turun di sebagian Luwu Utara pada pagi hari dan Pinrang pada sore hari.
Daerah lain diprediksi masih cerah berawan sepanjang hari. Angin kencang menjadi perhatian utama di empat kabupaten yang masuk kategori waspada.
BMKG menuliskan peringatan waspada potensi angin kencang di wilayah Bantaeng, Jeneponto, Gowa, dan Takalar. Peringatan itu disampaikan melalui keterangan resmi pada Senin (12/10/2026).
Selain angin kencang, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai kilat di wilayah bagian utara Sulsel. Potensi itu dapat meluas ke Kabupaten Luwu, khususnya di sebagian wilayahnya.
Peringatan dini tersebut berlaku selama dua jam, mulai pukul 01.20 hingga 03.20 WITA. Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG selama periode peringatan berlangsung.
Sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami udara panas pada Senin ini. BMKG menetapkan status waspada potensi udara panas di Luwu, Pinrang, Barru, Soppeng, Bone, Pangkep, Maros, Makassar, Takalar, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar.
Status lebih tinggi, yakni siaga potensi udara panas, diberlakukan untuk Gowa, Luwu Timur, Luwu Utara, Sidrap, Parepare, dan Wajo. Suhu udara di Sulsel diprakirakan berkisar 18 hingga 38 derajat Celsius dengan kelembapan 51 sampai 100 persen.
Angin bertiup dari arah utara ke timur dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam. Pada malam dan dini hari, langit diprediksi berawan.
Kualitas udara di Kota Makassar tercatat masuk kategori tidak sehat sejak Kamis (8/10/2026). Kondisi ini dipicu kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Kalimantan dan Papua yang asapnya terbawa ke Sulsel.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, menyatakan konsentrasi polutan PM 2,5 kembali naik setelah sempat turun ke level sedang. "Jadi data kualitas udara PM 2,5 memang terjadi kenaikan konsentrasi sejak kemarin malam. Sebelumnya itu mulai turun, menjadi level sedang. Sejak malam tadi, naik lagi ke level tidak sehat, sampai siang ini terpantau kategori tidak sehat," katanya kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).
Rizky menambahkan, selain kiriman asap dari luar daerah, karhutla di Sulsel sendiri turut berkontribusi terhadap memburuknya udara di Makassar dan sekitarnya. Arah angin juga berpengaruh terhadap volume asap yang terbawa masuk.
"Apalagi kalau belum adanya potensi hujan yang bisa membantu mengurangi kualitas udara ini, jadinya konsentrasi kurang baik masih bisa bertahan beberapa hari kedepan, tergantung juga arah anginnya, kalau misalkan arah angin belok tidak ke Sulsel, bisa (menurun)," jelas Rizky.
BMKG mengimbau kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga menyinggung penyesuaian aktivitas bagi pengemudi ojek online di tengah kondisi udara yang tidak sehat.