Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyatakan persoalan infrastruktur di Sulawesi Selatan yang masuk program prioritas akan ditindaklanjuti dengan dorongan ke pemerintah pusat. Aspirasi itu disampaikan usai pertemuan di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat. Perhatian utama mengarah pada infrastruktur laut dan jalan tol yang dinilai menentukan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.
MAKASSAR — Evita Nursanty menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan dibawa ke Jakarta untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, dua sektor yang paling mendesak adalah infrastruktur laut dan jalan tol.
"Apa yang menjadi keinginan dari Pemprov itu akan ditindaklanjuti. Paling prioritas itu infrastruktur laut dan tol," ujar Evita usai kegiatan Kunjungan Kerja dan Reses Komisi VII DPR RI di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel.
Kedua sektor itu disebut menentukan kelancaran arus barang dan orang antarwilayah. Tanpa perbaikan di sisi laut dan tol, potensi ekonomi Sulawesi Selatan dinilai sulit berkembang optimal.
Evita juga mengakui besarnya potensi pariwisata di provinsi ini. Dua destinasi yang disorot adalah Pantai Bira di Kabupaten Bulukumba dan kawasan wisata Toraja.
Namun kendala akses masih jadi penghambat. Infrastruktur laut dan jalan tol disebut sebagai syarat agar destinasi tersebut benar-benar menjadi pilihan wisatawan, bukan sekadar tujuan yang sulit dijangkau.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkap bahwa beberapa tahun silam sudah ada rencana pembangunan jalan tol untuk mendukung konektivitas daerah. Kesepakatan pembangunan bahkan telah ditandatangani.
Proses pembebasan lahan juga sempat berjalan. Namun proyek itu kemudian berhenti tanpa penjelasan yang diketahui pihaknya.
"Namun kenapa tiba-tiba berhenti, kami tak tahu. Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan anggota DPR RI bisa membantu mewujudkannya," ujar Gubernur.
Komisi VII DPR RI tidak hanya menyoroti infrastruktur fisik. Penguatan promosi pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga masuk dalam perhatian kunjungan reses tersebut.
Dua aspek itu dinilai sejalan dengan besarnya potensi wisata Sulawesi Selatan yang belum tergarap maksimal. Perbaikan akses tanpa promosi dan SDM yang mumpuni dianggap tidak cukup menarik wisatawan.
Hasil kunjungan kerja ini akan menjadi bahan dorongan DPR RI ke kementerian terkait. Pemprov Sulsel berharap kunjungan tersebut mempercepat realisasi proyek yang sempat tertunda.