MAKASSAR — Rombongan PWI Sulsel diterima langsung Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Bayu Martanto, didampingi Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Aura Pandu Wirawan, Deputi Kepala Divisi Lidyawatie Lamakampali, serta staf humas Zashya Nanda Ratrika dan Angga Mahardika. Suwardi datang bersama Wakil Ketua Bidang Organisasi Mappiar HS, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Ihsan Djirong, dan Bendahara James Wehantouw.
Dialog berlangsung dua arah. PWI menyoroti soal regenerasi organisasi, sementara BI memaparkan peran kebijakan moneter dan pengawasan makroprudensial.
Suwardi menyebut rekam jejak PWI mengakar kuat dalam sejarah perjuangan bangsa. Perjalanan panjang organisasi itu, menurutnya, menjadi landasan penting bagi keberlanjutan media di Tanah Air.
"Jejak sejarah PWI tidak bisa dipisahkan dari dinamika pers dan perjalanan bangsa Indonesia. Salah satu buktinya adalah Monumen PWI di Kota Surakarta, yang hingga kini kerap menjadi panggung utama peringatan Hari Pers Nasional," kata Suwardi.
Warisan sejarah itu membawa tantangan tersendiri. PWI dinilai perlu membuka pintu lebih lebar bagi generasi muda agar bisa berkontribusi aktif di organisasi yang selama ini identik dengan wartawan senior.
"PWI kerap dipandang sebagai organisasi senior. Karena itu, kami berkomitmen merangkul lebih banyak jurnalis muda untuk menyegarkan roda organisasi," ujarnya.
Langkah regenerasi dinilai krusial. Insan pers muda diharapkan membawa energi baru sekaligus beradaptasi cepat dengan kemajuan teknologi dan tantangan jurnalistik modern. Suwardi juga berharap industri media memberi ruang luas bagi wartawan muda untuk mengasah kapabilitas dan profesionalisme.
Dari sisi BI, Bayu Martanto memaparkan peran bank sentral dalam merumuskan kebijakan moneter serta pengawasan makroprudensial. Pengawasan itu berfokus pada kesehatan sistem perbankan secara menyeluruh agar fungsi intermediasi berjalan aman, efektif, dan efisien.
"Stabilitas sistem keuangan merupakan pondasi utama. Penguatan pengawasan dan konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian sangat diperlukan agar ekosistem keuangan kita tahan terhadap berbagai risiko," terang Bayu.
Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan manajemen risiko di industri perbankan. Pengalaman melewati berbagai krisis keuangan disebut menjadi pelajaran berharga bagi sektor perbankan untuk terus meningkatkan kewaspadaan demi menjaga stabilitas nasional.
Pertemuan itu membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah hingga pentingnya kolaborasi antara insan pers dan lembaga moneter dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kedua pihak menyepakati perlunya menyelaraskan pemahaman untuk memperkuat sinergi.
Fokus kerja sama ke depan menyasar penyajian informasi ekonomi yang edukatif bagi publik. Audiensi tersebut menjadi langkah awal bagi PWI Sulsel dan BI Sulsel membangun kerja sama strategis yang lebih konkret.