LSPro BPMPP Sulsel Siapkan Dokumen Re-akreditasi SNI ISO/IEC 17065 untuk Perkuat Mutu Perikanan

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 17 September 2026 | 21:38:01 WIB

Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) UPT Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan (BPMPP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan menyusun dokumen persyaratan menuju re-akreditasi SNI ISO/IEC 17065:2012. Proses ini ditempuh untuk memperkuat sistem sertifikasi mutu produk perikanan Sulsel sekaligus membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku usaha daerah. Rapat persiapan yang digelar di Makassar, Kamis, melibatkan seluruh tim manajemen LSPro.

MAKASSAR — Manajer Puncak UPT BPMPP DKP Sulsel Masdar menyatakan re-akreditasi bukan sekadar formalitas administratif. Menurut dia, langkah itu menjadi upaya nyata menjaga kualitas produk perikanan Sulsel, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta memperluas peluang pasar.

Penyusunan dokumen difokuskan pada pemenuhan persyaratan LSPro. Dua jenis sertifikat yang menjadi perhatian utama adalah Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional (SPPT-SNI) dan SKPT-SNI.

Apa Saja Komponen Dokumen yang Disiapkan?

Penataan dokumen sistem manajemen mencakup sejumlah komponen. Mulai dari panduan mutu, dokumen prosedur, instruksi kerja, hingga format rekaman.

Masdar menjelaskan penyempurnaan dokumen dilakukan agar setiap tahapan proses sertifikasi berjalan sistematis, konsisten, terdokumentasi, dan tertelusur. Semua harus memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17065:2012.

"Re-akreditasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk menjaga kualitas produk perikanan Sulsel, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta memperluas peluang pasar," kata Masdar seusai rapat di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Mengapa Sertifikasi SNI Penting bagi Pelaku Usaha?

Peran LSPro dalam memperkuat ekosistem usaha perikanan Sulsel dinilai strategis. Dokumen yang disusun harus menunjukkan komitmen terhadap mutu dan kepatuhan pada standar internasional.

Melalui fasilitasi sertifikasi SKPT-SNI dan SPPT-SNI, pelaku usaha didorong meningkatkan kualitas produk. Mereka juga diarahkan memenuhi persyaratan standar, membangun kepercayaan konsumen, dan memperluas peluang pasar.

SNI dipandang sebagai pijakan penting bagi pelaku usaha untuk naik kelas. Produk yang memenuhi standar menunjukkan komitmen terhadap mutu sesuai jenis produknya.

"Para pelaku usaha perikanan di Sulsel disarankan untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga meningkatkan mutu, membangun standar, dan memperkuat daya saing melalui sertifikasi SNI yang relevan dengan jenis produk," kata Masdar menekankan.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Rapat Persiapan?

Rapat persiapan re-akreditasi dihadiri sejumlah pejabat dan tim LSPro UPT BPMPP DKP Sulsel. Hadir Manajer Mutu Muhammad Hasby Rasyad dan Manajer Teknis Satriani Saleh.

Nurlina Arfah hadir sebagai evaluator, bersama tim pelaksana Ratnasari serta tim LSPro UPT BPMPP DKP Sulsel lainnya.

LSPro UPT BPMPP berkomitmen mendukung pelaku usaha menuju produk perikanan bermutu, memenuhi standar, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dukungan itu tidak hanya pada peningkatan mutu produk, tetapi juga reputasi daerah sebagai produsen perikanan berkualitas di pasar domestik maupun internasional.

"Langkah-langkah perbaikan dan pemutakhiran ini diharapkan membuahkan dokumen yang kokoh, sesuai standar, serta siap memberikan layanan sertifikasi yang lebih efektif kepada pelaku usaha maupun pada industri perikanan," kata Masdar menambahkan.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top