Polres Kepulauan Selayar Bor Sumur 90-98 Meter di Bontomatene, Warga Dua Desa Kebagian Air Bersih

Penulis: Oman Sudirman  •  Kamis, 17 September 2026 | 16:31:31 WIB

KEPULAUAN SELAYAR — Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan meninjau langsung pembangunan dua sumur bor di Kecamatan Bontomatene. Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tengah kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Didampingi sejumlah pejabat utama Polres, Kapolres lebih dulu mengecek titik pengeboran di Dusun Tonjo, Desa Kayu Bauk. Proses pengeboran di lokasi itu telah mencapai kedalaman sekitar 90 meter dan masih terus dikerjakan.

Rombongan kemudian bergerak ke Dusun Kalaroi, Desa Tamalanrea. Sumur bor di titik kedua sudah menembus kedalaman sekitar 98 meter dan memasuki tahap penambahan pipa untuk mendukung distribusi air ke rumah warga.

Dua Desa, Dua Titik Bor yang Dikerjakan Paralel

Pembangunan kedua sumur bor merupakan hasil kerja sama Polres Kepulauan Selayar dengan Pemerintah Kecamatan Bontomatene serta Pemerintah Desa Kayu Bauk dan Desa Tamalanrea. Program ini menindaklanjuti arahan Kapolda Sulawesi Selatan kepada jajaran untuk mengambil langkah konkret membantu warga menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau.

Kapolres menyatakan keberadaan sumur bor diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

"Kami berharap pembangunan sumur ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Ini merupakan langkah konkret Polres Kepulauan Selayar bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk memastikan ketersediaan air bersih di tengah kemarau yang panjang," ujar AKBP Didid Imawan, Rabu (16/9/2026).

Lapisan Batu Kapur Tebal Bikin Pengeboran Tidak Selalu Mulus

Kondisi geografis wilayah kepulauan dengan karakteristik lapisan tanah dan batuan yang beragam membuat proses pengeboran tidak selalu berjalan cepat. Sejumlah lapisan batu keras, batu dasar, maupun batu kapur yang cukup tebal dapat memperlambat pengeboran hingga mencapai sumber air yang diharapkan.

Meski begitu, pengeboran di dua titik terus dilanjutkan. Penambahan pipa di Dusun Kalaroi menjadi tahap lanjutan sebelum air bisa dialirkan ke permukiman warga.

Siapa Saja yang Mendampingi Peninjauan

Peninjauan turut dihadiri Camat Bontomatene A. Rusmin, Kapolsek Bontomatene AKP Arif Rahman, Kasat Reskrim IPTU Dr. Sukarman, dan Kasat Intelkam IPTU Agus Indrawan. Hadir pula Kepala Desa Tamalanrea Awaluddin, Kepala Desa Kayu Bauk Rizal Anshari, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Bontomatene.

Kehadiran pemerintah kecamatan dan desa dalam program ini menempatkan sumur bor sebagai kerja bersama, bukan proyek tunggal kepolisian. Warga dua desa tinggal menunggu tahap akhir pemipaan sebelum air bisa dimanfaatkan rutin.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top